EQUATOR TV, TARAKAN – Sebagai upaya memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan, Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) Mentari Kaltara, menggelar kegiatan tematik bertajuk “Menyerap Aspirasi untuk Setara dan Inklusi.”
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Selasa pagi (19/5/2026) hingga sore hari tersebut menghadirkan organisasi masyarakat sipil, pegiat sosial, komunitas disabilitas, akademisi, hingga insan media.
Sesi Tematik 1 dan 2 dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kota Tarakan, sementara Tematik 3 digelar di Yayasan Bening Hati, Tarakan.
Forum ini menjadi ruang diskusi dan kolaborasi lintas sektor dalam menyuarakan berbagai persoalan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga partisipasi sosial.
Selain menjadi wadah penyerapan aspirasi, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat sipil dan media massa dalam menyampaikan isu-isu sosial secara luas, berimbang, dan edukatif kepada publik.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi tiga sesi tematik. Pada Tematik 1 dan 2, peserta mengikuti pembahasan bertema “Mengawal Aspirasi JMS” dan “Penguatan Kolaborasi JMS” dengan pemaparan materi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang (Bappeda Litbang) Kota Tarakan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi masyarakat sipil dalam mendukung pembangunan daerah yang partisipatif dan inklusif.
Sementara itu, pada Tematik 3, peserta mengikuti sesi bertema “Penguatan Peran Media JMS” yang menghadirkan Direktur Equator TV, Rina Kurnia Handayani, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Rina menjelaskan mengenai peran media dan media sosial dalam mengawal isu publik di era digital, termasuk pentingnya media sebagai sarana edukasi masyarakat serta penguatan isu inklusi sosial.
Koordinator JMS Mentari Kaltara, Zulfunun, S.Sos., M.Pd
mengatakan kegiatan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat pemahaman terkait alur Musrenbang inklusi, meningkatkan kapasitas anggota JMS Mentari, serta memperkuat peran media JMS Mentari dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kegiatan JMS Mentari hari ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu agar anggota JMS Mentari memahami alur Musrenbang inklusi sesuai usulan yang disampaikan dan proses advokasinya, kemudian penguatan kapasitas JMS Mentari, serta penguatan media JMS Mentari sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan khalayak umum. Harapannya, semakin banyak pihak yang terlibat, termasuk pemerintah, sehingga penguatan peran JMS Mentari dan advokasi yang dilakukan dapat berjalan lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, JMS Mentari Kaltara akan terus mendorong penguatan jejaring antar organisasi masyarakat sipil agar mampu berperan aktif dalam pengawasan kebijakan dan pembangunan daerah.
Dalam forum tersebut, peserta juga menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan akses informasi publik, perlindungan kelompok rentan, hingga pentingnya pemberitaan media yang sensitif terhadap isu inklusi sosial.
Melalui kegiatan tematik ini, JMS Mentari Kaltara berharap terbangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat sipil, media, dan pemangku kebijakan guna mewujudkan pembangunan yang partisipatif, setara, dan berkeadilan di Kalimantan Utara.(IZ)









