Equator TV
  • Profil
    • Introduction
    • Visi Dan Misi
    • Pimpinan Equator TV
    • Office & Studio
  • Berita
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Malinau
    • Nunukan
    • Kaltara
  • Program
    • Cakrawala Pagi
    • Cakrawala Siang
    • Cakrawala Malam
    • Makan Bah !
    • Catatan Bung Boni
    • E-Morning
    • EYD (Equator Young Discussion)
    • Reskrim
    • Info Sehat
    • Headline News
    • Lensa Publik
    • SOS (Song Of Style)
    • Wawasan Nusantara
  • Live Streaming
No Result
View All Result
LIVE STREAMING
equatortv
  • Profil
    • Introduction
    • Visi Dan Misi
    • Pimpinan Equator TV
    • Office & Studio
  • Berita
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Malinau
    • Nunukan
    • Kaltara
  • Program
    • Cakrawala Pagi
    • Cakrawala Siang
    • Cakrawala Malam
    • Makan Bah !
    • Catatan Bung Boni
    • E-Morning
    • EYD (Equator Young Discussion)
    • Reskrim
    • Info Sehat
    • Headline News
    • Lensa Publik
    • SOS (Song Of Style)
    • Wawasan Nusantara
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Equator TV
No Result
View All Result
  • Terkini!
  • Kaltara
  • Nasional
  • Live Streaming

APKASINDO Soroti Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Hingga Penurunan Harga Sawit

May 26, 2026
4 min read
APKASINDO Soroti Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Hingga Penurunan Harga Sawit
Share on FacebookShare on Twitter

EQUATOR-TV, PONTIANAK – Ditengah berbagai tantangan dan persoalan kelapa sawit di Indonesia, mulai dari penurunan harga tandan buah segar (TBS), ancaman hama Ganoderma dan Kumbang Tanduk, hingga persoalan tata kelola industri sawit, APKASINDO (Assosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) menggelar kegiatan Seminar dan Workshop yang bertajuk “Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit”, pada 22-24 Mei 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan kali ini, disampaikan bahwa kondisi petani sawit Indonesia saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja, dan saat ini industri sawit nasional tengah menghadapi berbagai persoalan.

Baca Juga

Temuan Monumental 43 Hiu Gangga di Kaltara, Gubernur Serukan Perlindungan

Temuan Monumental 43 Hiu Gangga di Kaltara, Gubernur Serukan Perlindungan

May 25, 2026
Kaltara Resmi Luncurkan Monev KIP 2026, Badan Publik Makin Transparan

Kaltara Resmi Luncurkan Monev KIP 2026, Badan Publik Makin Transparan

May 25, 2026

Hal tersebut disampaikannya Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat M.E. Manurung, M.P., C.IMA., C.APO., dalam sambutannya.

“Petani sawit tidak dalam keadaan baik-baik saja. Sekali lagi kami tidak sedang  dalam baik-baik saja, badai sedang menghantam sawit Indonesia. Kami percaya tujuan Bapak Presiden sangat baik untuk memperbaiki tata kelola sawit nasional,” ujar Gulat dalam sambutannya.

Menurut Gulat, APKASINDO tidak hanya hadir sebagai organisasi petani sawit, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan seluruh petani sawit Indonesia, khususnya petani swadaya yang selama ini dinilai masih menghadapi banyak keterbatasan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti ancaman Ganoderma dan Kumbang Tanduk yang disebut menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan perkebunan sawit nasional. Dan Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong pembahasan penanganan dua ancaman tersebut.

“Ganoderma dan Kumbang Tanduk mungkin belum familiar bagi sebagian orang, tetapi Kalimantan Barat menjadi yang pertama membicarakan ancaman serius kedua hama ini bagi sawit Indonesia,” tegasnya.

Selain isu hama dan penyakit tanaman, Gulat turut menyinggung persoalan tata kelola industri sawit, khususnya terkait keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tanpa kebun yang lebih dikenal dengan PKS Komersial. Menurutnya, keberadaan PKS tanpa kebun justru sangat dibutuhkan oleh petani swadaya yang tidak memiliki perjanjian kemitraan dengan PKS.

Ia menjelaskan, hanya 7 persen petani sawit Indonesia dalam pola plasma atau kemitraan inti-plasma yang memiliki akses ke pabrik perusahaan. Sementara sekitar 93 persen lainnya merupakan petani swadaya yang hidup mandiri dan sangat bergantung pada PKS komersial atau PKS tanpa kebun untuk menjual hasil panennya.

“Petani swadaya hidup sendiri dan sangat bergantung pada PKS tanpa kebun. Kalau PKS tanpa kebun ditutup, petani swadaya mau jual ke mana? Tentu ini sangat bertentangan dengan Asta Cita Presiden Prabowo”, katanya.

Gulat menilai, jika PKS tanpa kebun ditutup, maka dikhawatirkan akan memunculkan praktik monopoli pembelian TBS dan ini bertentangan dengan UU Persaingan Usaha dan Anti Monopoli. Seharusnya kedua tipologi PKS ini saling bergandengan karena memiliki supply bahan baku yang berbeda.

“Alasan PKS Inti Plasma yang selama ini disampaikan tentang keberadaan PKS Komersil adalah bahwa PKS Komersil merusak kemitraan, membuat banyak pencurian TBS dan penanaman sawit bukan peruntukannya, urai Gulat.

Untuk semua alasan tersebut tidak berdasar kajian ilmiah dan hanya usaha pembenaran saja, lanjutnya.

“Kami memiliki kajian ilmiah perihal keberadaan PKS Komersil bagi petani sawit swadaya khususnya, dan itu diriset oleh lembaga kajian berskala internasional seperti PASPI (2024) dan Puslit UR. Kesimpulan dari kedua riset tersebut jelas bahwa PKS Komersil adalah masa depan sawit Indonesia dan Petani sawit swadaya khususnya sangat tertolong”, ujar Gulat.

Untuk itu PKS Inti Plasma jangan lagi mengulang dan kembali mengulang setiap tahun tentang keberadaan PKS Komersil ini.

“Urus saja kemitraannya, supaya mitra plasmanya tidak lari karena perusahaan inti tidak melaksanakan Permentan 23 tahun 2024 secara baik dan benar,” tegas Gulat.

Ia pun mendorong adanya kolaborasi antara PKS inti-plasma dengan PKS komersial tanpa kebun, agar tercipta ekosistem industri sawit yang sehat dan saling mendukung, terutama dalam menjaga keberlangsungan usaha petani kecil.

Dalam pidato sekaligus presentasinya, Ketua Umum DPP APKASINDO ini juga mengajak seluruh petani sawit mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait pembenahan tata kelola ekspor sawit nasional.
Menurutnya, Indonesia sebagai penghasil sekitar 60 persen sawit dunia harus mampu memperkuat pengawasan dan transparansi sektor ekspor demi menjaga devisa negara.

“Kalau hari ini harga sawit turun, percayalah itu hanya sementara. Kita harus samakan persepsi dan terus berbenah,” ucapnya.

Dalam momentum kali ini, yang juga dibarengi dengan acara pelantikan DPW Apkasindo Kalimantan Barat, Gulat juga menyampaikan harapannya.

“Dari DPW APKASINDO yang baru dilantik, saya berharap Anda smua menjadi pejuang kelapa sawit dan negara membutuhkan Anda disaat banyak sekali tantangan yang dihadapi negara ini, “tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri dan didukung sejumlah pihak dari sektor perkebunan, diantaranya GAPKI, Sahabat Petani Sawit, Srijaya dan sejumlah PKS serta asosiasi industri, hingga komunitas petani sawit nasional lainnya.(RK)

Post Views: 0
Tags: APKASINDOHama GanodermaKalimantan BaratKelapa sawitWorkshop

Berita Terbaru

APKASINDO Soroti Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Hingga Penurunan Harga Sawit

APKASINDO Soroti Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Hingga Penurunan Harga Sawit

May 26, 2026
Temuan Monumental 43 Hiu Gangga di Kaltara, Gubernur Serukan Perlindungan

Temuan Monumental 43 Hiu Gangga di Kaltara, Gubernur Serukan Perlindungan

May 25, 2026
Kaltara Resmi Luncurkan Monev KIP 2026, Badan Publik Makin Transparan

Kaltara Resmi Luncurkan Monev KIP 2026, Badan Publik Makin Transparan

May 25, 2026
REDAKSI

REDAKSI

Baca Lainnya

Temuan Monumental 43 Hiu Gangga di Kaltara, Gubernur Serukan Perlindungan
Advetorial

Temuan Monumental 43 Hiu Gangga di Kaltara, Gubernur Serukan Perlindungan

May 25, 2026
Kaltara Resmi Luncurkan Monev KIP 2026, Badan Publik Makin Transparan
Advetorial

Kaltara Resmi Luncurkan Monev KIP 2026, Badan Publik Makin Transparan

May 25, 2026
Gubernur Harap Industri Hotel Angkat Citra Kaltara, Pasca IHGMA Resmi Dilantik
Advetorial

Gubernur Harap Industri Hotel Angkat Citra Kaltara, Pasca IHGMA Resmi Dilantik

May 25, 2026
Listrik Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan
Advetorial

Listrik Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan

May 26, 2026
Persoalan Dana Reboisasi Sudah Tuntas! Ketua KI Kaltara Sebut itu Hanya Hoaks
Berita

Persoalan Dana Reboisasi Sudah Tuntas! Ketua KI Kaltara Sebut itu Hanya Hoaks

May 24, 2026
Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Ditutup, Enam Terbaik Lanjut ke Nasional
Advetorial

Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Ditutup, Enam Terbaik Lanjut ke Nasional

May 23, 2026
  • Berita
  • Home
  • Introduction
  • Live Streaming
  • Office & Studio
  • Pedoman Media Siber
  • Pimpinan Equator TV
  • Program
  • Standar Pelindungan Wartawan
  • Terkini!
  • Visi Dan Misi
Contact Person: 0821-5830-3099

© 2025 EQUATOR TV

No Result
View All Result
  • Profil
    • Introduction
    • Visi Dan Misi
    • Pimpinan Equator TV
    • Office & Studio
  • Berita
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Malinau
    • Nunukan
    • Kaltara
  • Program
    • Cakrawala Pagi
    • Cakrawala Siang
    • Cakrawala Malam
    • Makan Bah !
    • Catatan Bung Boni
    • E-Morning
    • EYD (Equator Young Discussion)
    • Reskrim
    • Info Sehat
    • Headline News
    • Lensa Publik
    • SOS (Song Of Style)
    • Wawasan Nusantara
  • Live Streaming

© 2025 EQUATOR TV