EQUATOR-TV, BULUNGAN – Proyek pembangunan kompleks Sekolah Unggulan Garuda Kalimantan Utara (Kaltara) oleh Kementerian Dikti RI Di jalan Poros Bulu Perindu Bulungan, yang digulirkan sejak April 2025 progresnya kini sudah mencapai 23 persen.
Realisasi, pembangunan fisik gedung sekolah unggulan ini, dinilai berjalan normal meski penunjang logistik material bangunan 70 persen berasal dari luar Kaltara.
Menurut Kadis PUPR Perkim Kaltara Ir. H Helmi mengatakan, jika tidak mengalami kendala maka pembangunan Gedung Sekolah Unggulan pertama di Kaltara tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang.
Kini pengerjaan konstruksinya terus digenjot di lokasi oleh kontraktor, dengan ditunjang alat berat modern. Selain gedung utama dan fasilitas lainnya, kini sedang bergulir juga pembangunannya. Administrasi proyek nasional ini di desain dan diproses melalui Kementerian Dikti RI Jakarta.
Perekrutan sumber daya manusia mulai dari kontraktor pelaksana, tenaga ahli hingga menejemen pembangunan fisiknya, semua berasal dari luar Kaltara. Sedangkan Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas PUPR Perkim, hanya bersifat koordinatif teknis dan penyediaan lahan pembangunan proyek.
Meski pembangunan Sekolah Unggulan Garuda ini secara teknis berjalan normal, menurut versi Pemprov Kaltara, namun sistem perekrutan dan penerimaan siswa-siswi calon pelajarnya, menuai protes sekaligus dipertanyakan oleh publik Kaltara.
Pemicunya adalah proses seleksi penerimaan calon siswa-siswi barunya yang dilakukan diluar Kaltara, yakni di Jakarta. Hasilnya dari 12 siswa asal Kaltara yang dinyatakan lolos hanya 7 yang diterima di sekolah unggulan Kaltara ini, sedangkan 5 siswa lolos lainnya ditempatkan di sekolah unggulan luar Kaltara.
Kondisi inilah yang memantik tanda tanya publik Kaltara, karena sebelumnya Sekolah Unggulan Garuda ini, dianggap akan memperioritaskan putra-putri daerah, namun ternyata lebih banyak diperuntukkan untuk nasional. Artinya, kebanggaan sekolah dan harapan putra-putri Kaltara yang berminat sekolah di proyek nasional itu, hanya isapan jempol karena siswanya mayoritas dari luar Kaltara.
Pada Kamis (3/6/2023), Sekolah Unggulan Garuda tersebut ditinjau Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala. Dalam kunjungannya wagub mengakui progres proyek nasional itu berjalan normal dan lancar.
Bahkan Ingkong Ala menyebut sekolah elit tersebut, kedepannya diharapkan menjadi kebangaan dan pintu masuk bagi putra-putri Kaltara untuk bersaing dalam dunia akademisi yang berkualitas.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada para generasi muda untuk bersaing dan bekerja keras untuk dapat mengenyam pendidikan menengah di sekolah tersebut.
Lantas bagaimana konsep penerimaan siswanya, dimana putra-putri daerah lebih sedikit daripada siswa dari luar daerah ? Tentu, butuh penjelasan konkrit dari pemerintah terkait hal ini. (SMO)









