EQUATOR-TV, BALIKPAPAN, – Di balik setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, terdapat tanggung jawab untuk memastikan bahwa manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Berangkat dari semangat tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) memperkuat implementasi yang berprinsip pada Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penandatanganan Komitmen Penerapan Business Continuity Management (BCM) beserta tujuh Kebijakan Bisnis Berkelanjutan pada pelaksanaan Rapat Kerja PLN UIP Kalimantan Bagian Timur di Aula PLN HUB, Selasa (14/7/2026).
Komitmen tersebut sekaligus menjadi langkah PLN UIP Kalimantan Bagian Timur dalam memperkuat ketahanan bisnis, perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial serta tata kelola perusahaan yang baik guna mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan melalui peningkatan maturity level sustainability.
General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, menyampaikan bahwa penerapan prinsip ESG merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan.
“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya dituntut untuk mendukung keandalan pasokan listrik dari daerah hingga nasional, tetapi juga harus dijalankan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan yang baik.
Melalui penandatanganan komitmen dan kebijakan ini, PLN UIP Kalimantan Bagian Timur menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses bisnis yang dijalankan,” ujar Dewanto.
Menurutnya, penguatan aspek keberlanjutan menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis sekaligus mendukung transformasi PLN menuju perusahaan energi yang modern, tangguh dan berkelanjutan.
“Komitmen ini merupakan langkah PLN UIP Kalimantan Bagian Timur untuk terus memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang,” jelasnya.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya diukur dari aspek operasional, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan yang baik,” tambah Dewanto.
Adapun komitmen dan kebijakan yang ditandatangani meliputi Komitmen Penerapan Business Continuity Management (BCM), Kebijakan Keanekaragaman Hayati dan Restorasi Lahan, Kebijakan Terkait Perubahan Iklim, Kebijakan Aspek Sosial Masyarakat, Kebijakan Pengadaan Ramah Lingkungan, Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja, Kebijakan Sosial untuk Supplier dan Kontraktor, serta Kebijakan Well-being dan Social Inclusion.
Kedepan, seluruh komitmen dan kebijakan tersebut akan disosialisasikan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran manajemen, pegawai, serta mitra kerja PLN UIP Kalimantan Bagian Timur sebagai bagian dari upaya mewujudkan praktik bisnis yang bertanggung jawab, adaptif terhadap perubahan, dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.(PLN)









