EQUATOR-TV, BULUNGAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulungan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan menyeluruh bagi masyarakat, tanpa memandang kondisi fisik, keterbatasan, maupun lokasi tempat tinggal.
Berbagai upaya, strategi, dan kerja keras dilakukan demi memastikan setiap warga memiliki dokumen kependudukan yang sah dan lengkap, meski harus menghadapi beragam tantangan di lapangan.
Dalam wawancaranya pada Jum’at (17/07/2026), Analis Kebijakan Ahli Muda bidang Dafduk (Pendaftaran Penduduk) Nurfaidah, menjelaskan bahwa seluruh jenis layanan dan dokumen yang diterbitkan oleh Disdukcapil Bulungan sepenuhnya gratis.
“Pelayanan ini gratis, semua jenis dokumen kependudukan itu gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun. Dan kami di sini juga masif melakukan pelayanan secara jemput bola,” ungkapnya.
“Jadi khusus memang kami melakukan prioritas untuk warga difabel, warga disabilitas, lansia, itu kami melakukan pelayanan jemput bola. Baik ke sekolah, SLB, yayasan, maupun ke rumah warga yang tidak bisa hadir ke kantor, yang penting kami dapat informasi,” sambungnya.
Namun di balik keberhasilan melayani warga yang sulit dijangkau, ia menjelaskan ada perjuangan dan tantangan nyata yang harus dihadapi petugas di lapangan.
“Nah untuk kendala mungkin kami ada satu yang masih belum terselesaikan. Dia sudah lansia, cuma memang berkebutuhan khusus juga, tapi orangnya hiperaktif, dia tinggal dengan saudaranya dan dia ingatannya kuat, tidak bisa dipaksa,” ucapnya.
“Karena kalau dipaksa adiknya yang dipukulnya, jadi kami sudah berusaha bagaimana caranya itu kami masih menyusun strategi, karena kami sudah pernah kesana, dia lari terus kami sudah melakukan pendekatan-pendekatan persuasif, masih belum berhasil,” sambungnya.
Semangat melayani tak mengenal batas tempat maupun risiko kesehatan, ia mengakui bahwa petugas bahkan tak segan mendatangi warga yang sedang dirawat di rumah sakit, termasuk yang berada di ruang isolasi penyakit menular.
“Termasuk yang sakit di Rumah Sakit, jadi kami sampai datang ke ruang isolasi. Karena mereka kan tidak bisa mengurus dokumen administrasi rumah sakitnya kalau tidak ada dokumen kependudukannya, mau tidak mau orang yang sudah kritis kami datang terus ada di ruang isolasi yang sudah kena sakit TB. Jadi kami dengan perlindungan itu, kami juga memang ada resiko-resiko yang harus kami hadapi,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan harapan besar agar masyarakat semakin sadar pentingnya dokumen kependudukan sekaligus waspada terhadap praktik pungutan liar.
“Harapan kami, semua masyarakat dapat terlayani dengan baik dan juga punya kesadaran untuk mengurus dokumen kependudukannya sendiri, jadi jangan mencari dokumen di saat mepet. mudahan-mudahan bisa sampai informasinya ke masyarakat, silahkan urus sendiri dokumennya gratis, karena kalau melalui calo, terkadang mereka menjual nama capil, padahal di capil tidak ada biaya sama sekali,” tutupnya.(NA)








