EQUATOR-TV, BULUNGAN – Kepanikan terjadi di perairan Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026) pagi, setelah Speed Boat (SB) Sekatak AAA Kaltara yang sedang berlayar dari Tanjung Selor menuju Tarakan tiba-tiba terbakar di tengah perjalanan.
Beruntung, respons cepat awak kapal dan petugas gabungan berhasil menyelamatkan seluruh penumpang tanpa menimbulkan korban jiwa.
Insiden terjadi sekitar pukul 10.35 WITA. Sebelumnya, speed boat bertolak dari Pelabuhan Tanjung Selor pada pukul 10.20 WITA dengan mengangkut 25 penumpang, seorang juragan kapal, dan tiga Anak Buah Kapal (ABK).
Kebakaran diduga berasal dari mesin genset yang berada di bagian atas speed boat. ABK bernama Roni yang pertama kali mengetahui munculnya api langsung melaporkan kejadian tersebut kepada juragan kapal, Ahmad Syahrani.
Menyadari situasi darurat, juragan segera mengarahkan kapal ke tepian Sungai Kayan agar seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman.
Menerima laporan tersebut, personel Ditpolairud Polda Kalimantan Utara bersama Satpolairud Polresta Bulungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian di depan Desa Teras SP V, sekitar 13 menit dari Pelabuhan Speed Kayan II Tanjung Selor.
Direktur Polairud Polda Kaltara Kombes Pol. Tidar Wulung Dahono melalui Kasi Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltara AKP Rizal Mochammad, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan pihaknya segera mengerahkan satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kaltara, satu kapal patroli Satpolairud Polresta Bulungan, serta personel Unit Gakkum untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan di lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta penanganan kecelakaan di tempat kejadian. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.
Dalam proses evakuasi, sebanyak 20 orang dibawa menuju Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Sementara delapan orang lainnya dievakuasi langsung ke Kota Tarakan menggunakan transportasi air yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berkat koordinasi cepat antara Ditpolairud Polda Kaltara, Satpolairud Polresta Bulungan, serta bantuan masyarakat sekitar, proses penyelamatan seluruh korban berlangsung aman dan lancar.
Kedepannya, peristiwa ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh operator angkutan sungai untuk selalu memastikan kondisi teknis kapal, termasuk mesin dan peralatan pendukung, dalam keadaan layak sebelum berlayar demi menjamin keselamatan penumpang dan mencegah terjadinya kecelakaan di perairan.(*)








