EQUATOR-TV, BULUNGAN – Pelaksanaan Sensus Ekonomi dimana petugas mendatangi langsung ke rumah-rumah warga, ternyata masih menimbulkan rasa takut dan keraguan di sebagian masyarakat. Banyak warga belum benar-benar paham apa maksud, manfaat, serta jaminan keamanan data yang diberikan.
Hal ini membuat mereka bertanya-tanya, bahkan ada yang khawatir keterangan yang disampaikan nantinya akan digunakan untuk hal lain yang merugikan. Ketidakpahaman ini muncul karena pendataan dilakukan oleh petugas dari luar lingkungan setempat.
Seperti yang dirasakan Bunga, salah satu warga Tanjung Selor yang baru saja didatangi petugas sensus. Ia mengaku merasa cemas karena baru pertama kali mengalami pendataan seperti ini.
“Baru kali ini kami disensus seperti itu, sebelumnya tidak pernah, jadi itulah kami rasa khawatir ada apa ini? Kita mau tahu apa tujuannya sampai ke rumah kita ini mendata, bukan dari RT kita, tapi dari luar sana jadi kita ini takut, nanti ada apa-apa,” ungkapnya pada Jumat (07/08/2026).
Ia juga menambahkan kekhawatirannya, mengingat dirinya dan banyak warga seumurannya kurang memiliki pengetahuan luas tentang pendataan yang di lakukan.
“Kita namanya orang tua, tidak punya sekolah tidak punya ini diluar sana, apakah ini membahayakan atau tidak membahayakan kah,” tambahnya.
Merespons keresahan yang ada di tengah masyarakat, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan Yuda Agus Irianto, S.Si., memberikan penjelasan tegas untuk meluruskan pemahaman tersebut.
“Jadi memang situasi, kondisi itu sangat mempengaruhi adanya kegiatan ini dilaksanakan di lapangan, kita juga perlu menegaskan kepada warga, bahwa sensus ini tidak ada hubungannya dengan pajak, DTSEN dan ini murni untuk mengetahui perkembangan perekonomian daerah kita,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penolakan memberikan data akan berdampak panjang, sebab hasil sensus ini menjadi landasan utama penyusunan rencana dan program pembangunan daerah hingga 10 tahun ke depan.
“Jadi kalau ada warga yang menolak sensus itu dampaknya 10 tahun ke depan, karena data inilah sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan, khususnya program perekonomian yang ada di Kabupaten Bulungan ini,” jelasnya.
Ia juga menghimbau seluruh warga agar bersedia menerima kedatangan petugas, percaya bahwa data akan dijaga kerahasiaannya, serta memberikan keterangan yang jujur dan apa adanya demi kebaikan dan kemajuan bersama.
“Jadi kami minta kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bulungan maupun wilayah yang lain, sekiranya dapat menerima petugas dari pendata sensus ekonomi, dan berikanlah jawaban yang sejujurnya, apa adanya jangan ditutup-tutupi,” tutupnya.(NA)








