EQUATOR-TV, BULUNGAN – Suhu udara yang terik dan kondisi lingkungan yang sangat kering akibat cuaca panas yang berlangsung belakangan ini, menjadi perhatian bersama di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Pasalnya, dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, sejumlah peristiwa kebakaran lahan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah di Bulungan.
Kondisi cuaca yang ekstrem tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat penyebaran api berlangsung lebih cepat dan sulit dikendalikan.
Sebelumnya pada Senin (10/08/2026) kebakaran lahan dilaporankan terjadi di beberapa wilayah yaitu desa Tanjung Agung, Apung, Tanah Kuning dan Selimau. Kemudian pada Selasa (11/08/2026) kebakaran kembali terjadi di wilayah desa Apung dan Bumi Rahayu.
Dalam wawancaranya, PLT Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan, Widi Kustanto, memaparkan hasil koordinasi pihaknya dengan BMKG terkait perkembangan cuaca di wilayah ini.
“Kalau untuk cuaca memang ini sangat ekstrim, setelah hasil koordinasi kami dengan BMKG, memang ini masih bisa berlanjut sampai beberapa hari kedepan termasuk angin juga sangat kencang”, ungkapnya pada Rabu, (12/08/2026).
Ia juga menyampaikan imbauan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bulungan agar masyarakat turut menjaga situasi dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berisiko.
“Kami pemerintah dari Kabupaten Bulungan, melalui BPBD mengharapkan kepada masyarakat luas, agar jangan lagi ada pembakaran, karena dampak kebakaran itu juga berdampak pada kesehatan”, ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan bersama-sama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini.
“Mari ketika di cuaca ekstrim ini, hindari yang namanya pembakaran sehingga dampak-dampak dari pembakaran ini jangan sampai meluas dan merugikan orang lain”, tutupnya. (NA)








