EQUATOR-TV, TANA TIDUNG – Tahun 2026, Bidang Perumahan dan Pemungkiman DPUPRPKP Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), menerima bantuan anggaran APBN untuk kegiatan Peningkatan Kualitas Kawasan Kumuh di wilayah Tideng Pale Timur.
Kegiatan tersebut dibagi dalam dua bidang, yakni pembuatan drainase sepanjang 2,9 kilometer dan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 700 meter.
Program ini sudah mulai dalam tahap verifikasi data dan ditargetkan pada bulan Oktober, sudah mulai berjalan dan diharapkan 2 item tersebut rampung dikerjakan pada akhir Desember 2026.
Kepala Bidang Perumahan dan Pemungkiman Dinas DPUPRPKP Kabupaten Tana Tidung, Irwansyah mengatakan bahwa bidangnya telah sukses melakukan lobi-lobi ke Kementerian PU RI dengan melibatkan Satuan Tugas Kerja (Satker) KTT.
“Jadi kita di perumahan ini, ada beberapa program yang bersumumber dari APBN, salah satunya peningkatan kwalitas kawasan kumuh,” ucapnya.
“Jadi itu ada dua kegiatan, yang pertama yaitu pembangunan jalan kurang lebih sekitar 740 meter, lokasinya di Tidung Pala Timur dan drainase untuk di kawasan kumuh itu dengan panjang kurang lebih 2.290 meter,” imbuhnya.
“Targetnya kita bisa mulai September dan target selesainya paling tidak Desember semua itu sudah terealisasi,” tutupnya.
Proses penurunan anggaran APBN untuk Peningkatan Kualitas Kawasan Kumuh diperuntukkan kepada pemungkiman padat penduduk dengan kualitas penataan yang perlu mendapat stimulant pemerintah.
Selain program pembenahan lingkungan kumuh, pihaknya juga sedang menjalankan pembangunan proyek sanitasi terhadap 75 unit rumah di Tideng Pale Timur.
Bantuan sanitasi ini menyisir rumah-rumah warga yang telah di verifikasi kelayakan pemberian bantuannya.
Program lainnya yang sedang bergulir adalah pelaksanaan proyek rehat rumah sebanyak 500 unit yang tersebar di 32 desa se-kecamatan Kabupaten Tana Tidung.
Progress kegiatan sebagian sudah berjalan dan sebagian lainnya masih dalam verifikasi administrasi oleh Satker bersama apparat kantor desa di masing-masing wilayah.
Menurut Irwan, tahap pertama untuk Program Proyek Renovasi Rumah Warga sedang berjalan di beberpa wilayah dengan target pertama 150 rumah.
Warga yang berhak mendapatkan bantuan renovasi rumah ini, yakni warga yang sudah melalui seleksi dan verifikasi. Seperti yang disampaikan Husna, salah seorang warga penerima bantuan.
“Mau minta perehapan, karena di dapurnya jebol. Dan dindingnya jabuk. Kami sudah lebih dari 20 tahun tinggal disini. Kami berterimakasih, pemerintah sudah membantu untuk perehapan rumah, sehingga bisa layak kembali. Apresiasi yang paling besar ke pemerintah daerah, “ujar Husna.
Tim pendata memulai dengan meminta data dari DPUPRPKP setelah berkordinasi dengan pegawai desa, selanjutnya Satker dan aparat desa melakukan veripikasi paktual.
Dalam moment bersamaan, Bidang Perumahan Pemungkiman DPUPRPKP Tana Tidung, juga melakukan proyek bantuan sanitasi dengan membuat jamban dan WC sesuai dengan hasil verifikasi di beberapa rumah warga.
Proyek ini satu kesatuan program pemerintah pusat, yakni pembangunan 5 juta rumah dan pembuatan sanitasi sehat.
Kepala DPUPRPKP Tana Tidung, Rico Ardiansyah, mengatakan bahwa tahun 2026 ini berbagai proyek perumahan yang dikerjakan DPUPRPKP memang banyak menggunakan anggaran APBN melalui lobi-lobi ke Kementerian PU RI.
“Nah, yang APBD itu bantuan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di Kabupaten Tana Tidung tahun anggaran 2026, ada di Desa Bebakung, Desa Pucau, Desa Tidung Pale Timur dan Desa Mendupo”, terang Rico.
Upaya ini dilakukan untuk mensiasati efesiensi anggaran yang diakui tahun 2026 ini sangat mempengaruhi penuruan angka APBD KTT.
Anggaran sumber APBN diterima oleh pemerintah melalui DPUPRPKP KTT dan diberikan melalui swadaya dan bukan lelang, untuk membangun, merenovasi dan membangun sanitasi, serta perbaikan lingkungan penduduk yang dianggap kumuh di daerah tersebut.
DPUPRPKP KTT menargetkan seluruh item pekerjaan sudah berjalan serempak di bulan September, dan pada Desember 2026 pihaknya mentargetkan bahwa seluruh pekerjaan sudah terealisasi.(SMO)








