EQUATOR-TV, TARAKAN – “Semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah” digaungkan dalam Rupiah Fest 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia, yang digelar di Gedung Serbaguna, Kantor Wali Kota Tarakan, pada 26–27 September 2026.
Mengusung edukasi yang kreatif dan inklusif, kegiatan ini menyasar generasi muda sekaligus masyarakat umum.
Rupiah Fest menjadi puncak rangkaian program CBP Mandatory Goes to School yang dilaksanakan bersama Bank Indonesia di tiga sekolah, yakni SD Negeri Utama 2, SMP Negeri 2, dan SMA Negeri 4 Tarakan.
Menurutnya, edukasi Rupiah perlu dikembangkan secara menyenangkan sekaligus menjangkau kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
“Ketika kita cinta kepada Rupiah, kita menghargai identitas Indonesia dan paham terhadap fungsi Rupiah,” ujar Abrar Putra Siregar, selalu Founder AYS Indonesia.
Kegiatan seperti ini tentunya mendapat apresiasi juga dari Pemerintah Kota Tarakan, lewat pidatonya Wali Kota Tarakan, dr.Khaerul, M. Kes, memuji gerakan AYS bersama Bank Indonesia.
“Saya, atasnama Pemerintah Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang luar biasa, semangat anak-anak muda.Ini adalah generasi-generasi muda yang masih memikirkan nasib bangsa ini”, ujar Khairul
Dalam Rupiah Fest kali ini, Bank Indonesia Kaltara juga menghadirkan edukasi mengenai pengelolaan Rupiah, yang disampaikan oleh Muhammad Arham Aras.
Ia menjelaskan siklus 6P dalam pengelolaan uang Rupiah, yakni perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran atau distribusi, pencabutan dan penarikan, hingga pemusnahan.
Masyarakat juga diingatkan bahwa BI Kaltara menyediakan layanan penukaran uang rusak atau robek serta klarifikasi keaslian uang Rupiah setiap Selasa dan Kamis.
Di sisi lain, QRIS Jelajah Indonesia (KJI) turut menjadi bagian dari edukasi. Tim KJI Kaltara membagikan pengalaman menjelajahi sejumlah wilayah, termasuk Malinau dan Kabupaten Tana Tidung, sekaligus mengedukasi pelaku UMKM mengenai manfaat pembayaran digital menggunakan QRIS.
Rangkaian kegiatan juga menonjolkan aspek inklusi, dengan memperkenalkan Zona Meraba Rupiah untuk membantu penyandang tunanetra mengenali Rupiah melalui fitur taktil, serta memamerkan kerajinan berbahan limbah racikan uang Rupiah yang telah dimusnahkan, BI sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan upcycling.
Sementara itu, ratusan siswa dari tiga sekolah binaan AYS Indonesia didorong menjadi Agent of Change CBP Rupiah, dengan harapan edukasi mengenai Rupiah dapat diteruskan di lingkungan sekolah dan keluarga.
Tidak hanya edukasi, Rupiah Fest juga diramaikan penampilan seni, termasuk pertunjukan inklusif dari penyandang disabilitas, interactive games, serta expo UMKM yang menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, senam lansia dan voucher potongan harga.
Melalui kolaborasi tersebut, Rupiah Fest 2026 menjadi ruang edukasi yang mempertemukan literasi Rupiah, transformasi pembayaran digital, kreativitas generasi muda, pemberdayaan UMKM dan semangat inklusi di Kalimantan Utara.(NT)









