EQUATOR-TV, NUNUKAN – Keikutsertaan Kerukunan Keluarga Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) dalam Paras Fest sebagai rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, turut menghadirkan keberagaman kuliner Nusantara, bertempat di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, pada Senin (12/10/2026).
Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan kuliner tradisional Sulawesi Selatan sekaligus sarana memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah perbedaan budaya. Berbagai aneka hidangan khas Sulawesi Selatan disajikan dalam kegiatan ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang meramaikan Paras Fest.
Kehadiran IWSS dalam festival ini tidak sekadar menambah pilihan makanan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan tradisi dan identitas budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat Nunukan yang berasal dari beragam latar belakang suku dan budaya.
Ketua IWSS, Andi Astuti, mengajak seluruh anggota organisasi untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan kemasyarakatan. Menurutnya, pelestarian makanan tradisional dan pengenalan budaya daerah di ruang publik merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan organisasi.
“Keikutsertaan IWSS dalam Paras Fest ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Kami ingin memperkenalkan kuliner khas Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas sekaligus menjaga agar makanan tradisional tetap dikenal dan diminati oleh generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya menilai Paras Fest memberikan ruang bagi masyarakat dengan latar belakang berbeda untuk berinteraksi, mengenal tradisi satu sama lain, serta mempererat hubungan sosial. Melalui kuliner yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, keberagaman budaya dan nilai kebersamaan dapat diperkenalkan secara lebih luas.
Selain aspek pelestarian budaya, ia berharap keterlibatan IWSS dalam festival tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi para anggotanya. Peluang pengembangan usaha kuliner, perluasan jaringan pemasaran, dan peningkatan daya tarik makanan khas Sulawesi Selatan di Kabupaten Nunukan menjadi beberapa hal yang ingin didorong melalui kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberi ruang bagi organisasi masyarakat untuk berpartisipasi. Selain melestarikan budaya, kami ingin kuliner khas daerah memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi peluang usaha bagi anggota maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, Paras Fest menghadirkan berbagai kegiatan yang mencakup pertunjukan budaya, hiburan, serta promosi produk masyarakat.
Keterlibatan IWSS dalam kegiatan ini menunjukkan peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keberagaman budaya sekaligus mendukung pergerakan ekonomi lokal melalui pengenalan produk kuliner tradisional.
Melalui partisipasi tersebut, kuliner khas daerah diharapkan tidak hanya menjadi sajian yang dinikmati pengunjung, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, serta membuka peluang pertumbuhan usaha masyarakat di Kabupaten Nunukan. (TY).



