EQUATOR-TV, BULUNGAN – Ratusan warga masyarakat Dayak Kenyah di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menggelar aksi damai di Gedung Pemuda Tebengang Lung, Desa Jelarai Selor, pada Senin (19/10/2026).
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan kepada Polda Kaltara, sebagai tanggapan atas tersebarnya rekaman suara seorang oknum lewat WhatsApp yang diduga berisi ujaran kebencian merendahkan masyarakat suku Dayak Kenyah.
Selain itu, warga juga menyampaikan sejumlah tuntutan lainnya, salah satunya adalah agar pihak kepolisian mengusut tuntas dugaan adanya sindikat mafia tanah yang beroperasi di wilayah Kalimantan Utara.
Dalam wawancaranya, Koordinator aksi damai Pemuda Dayak, Tasa Gung, S.Pd. mengungkapkan alasan utama warga turun menyampaikan aspirasi, yakni maraknya tindakan perampasan lahan dan intimidasi yang dilakukan berulang-ulang kepada masyarakat.
“Masyarakat mengatasnamakan dari kesultanan, dari ahli waris melakukan tindakan intimidasi, perampasan terhadap warga masyarakat kita, Ini oknum yang melakukan kondisi seperti itu, jadi bukan cuma satu kali, sudah sering kali yang terjadi, ini yang kami tidak mau terjadi lagi ke depan”, ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi damai ini dilakukan sebagai langkah mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan warga mempercayai kepolisian untuk menangani persoalan ini dengan bijaksana.
“Jadi sebagai bentuk mengantisipasi itu, kami sampaikanlah ini ke pihak kepolisian, kami percaya pihak kepolisian lebih arif dan bijaksana untuk menyelesaikan permasalahan ini, daripada masalah ini yang akan diambil tindak oleh masyarakat sendiri, kami juga tidak mau itu terjadi”, ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., menyambut baik aksi yang tertib tersebut dan memastikan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Pasti akan kami segera tindak lanjuti, kalaupun misalnya lebih dari 24 jam, saya akan koordinasikan kesulitan kami apa, tapi jika betul mereka ada melakukan pelanggaran hukum pidana, pasti kami akan segera tindak lanjuti”, ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kesabaran warga yang mampu menahan emosi meskipun merasa dirugikan, sekaligus menyatakan bahwa pihaknya sudah memahami akar dari masalah yang sedang dihadapi masyarakat.
“Kami juga kasihan masyarakat tadi panas-panas, kita berkumpul dan bisa menahan emosi seperti itu, kami harus menghargai seperti itu, dan sumber masalah kami sudah ketahui”, ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepolisian akan segera melakukan langkah penanganan agar persoalan ini tidak menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.
“Supaya tidak muncul masalah yang baru, kami harus mitigasi, beliau saudara-saudara kita dari Dayak Kenyah ini meminta supaya ada penegakan hukum pada orang yang melakukan pelanggaran hukum, jadi kami harus segera melakukan itu”, tutupnya.(NA)




