EQUATOR-TV, BULUNGAN – Untuk membangkitkan semangat berinovasi dan berkreativitas di kalangan aparatur pemerintah maupun masyarakat luas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kaltara menyelenggarakan Lomba Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026.
Kegiatan ini bertujuan melahirkan ide-ide baru yang bermanfaat untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, lomba ini berlangsung di Ruang Rapat Hotel Luminor, Tanjung Selor, Bulungan, pada Rabu hingga Kamis, (21–22/10/2026).
Lomba ini diikuti oleh berbagai kelompok peserta yang terbagi ke dalam beberapa kategori inovasi, yaitu kategori ASN Provinsi Kaltara, Gagasan/Ide, masyarakat, Pelajar/Mahasiswa, serta Kategori ASN Kabupaten/Kota di Provinsi Kaltara.
Dalam Wawancaranya, Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, S.Hut., menyampaikan bahwa inovasi yang dihasilkan dari lomba ini diharapkan tidak hanya berhenti di panggung kompetisi, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberi manfaat di masyarakat.
“Kita berharap dari hasil-hasil cemerlang yaitu pemenang inovasi ini, selain kompetisi yang mengangkat kelompok atau individu, dia juga bisa meningkatkan kinerja dari para pihak”, ungkapnya.
“Sehingga kita berharap inovasi itu bukan hanya untuk perlombaan, tetapi bisa diterapkan di lingkungannya minimal sehingga direplikasi oleh lingkungan lainnya dan ini berkelanjutan”, sambungnya.
Pihaknya juga menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Saya mewakili Bapperida tentunya pertama sangat senang dan mengapresiasi antusiasme dari peserta, seluruh peserta yang hadir. Dan kami ingin peserta betul-betul menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kinerja inovasinya karena itulah karya dari teman-teman semua”, ujarnya.
Terakhir, ia mengingatkan para peserta agar karya inovasi yang dikembangkan memiliki nilai guna dan dapat dipertanggungjawabkan serta bermanfaat bagi banyak pihak.
“Jadi pastikan bahwa karya itu bermanfaat, karya itu bisa dipertanggungjawabkan, memiliki daya jual yang cukup, lalu bisa digunakan oleh baik oleh diri sendiri, kelompok sendiri maupun oleh orang lain”, tutupnya.(NA)



