Equator TV, Yogyakarta – Townhall Muda Yogyakarta, sebuah acara yang diinisiasi oleh Forum Inklusi Sosial, menggelar diskusi penting mengenai isu kekerasan seksual di perguruan tinggi. Acara ini diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Yogyakarta) sebagai respons terhadap tren peningkatan kasus kekerasan seksual dalam lima tahun terakhir.
Padahal, sejak tahun 2021, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di perguruan tinggi. Kehadiran Satgas ini seharusnya dapat mengoptimalkan upaya pencegahan kekerasan seksual.
Townhall Muda Yogyakarta menghadirkan berbagai kegiatan untuk mendorong kolaborasi lintas sektor. Rangkaian acara diawali dengan audiensi bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2) DIY, dilanjutkan dengan pameran praktik baik, dan pemutaran film dokumenter hasil survei internal terkait kekerasan seksual. Puncak acara adalah Seminar Nasional & Diskusi Panel Lintas Sektor yang membahas solusi untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
Acara ini dihadiri langsung oleh Aulia Pradipta Prabandaru, Program Manajer Townhall Muda, serta menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan kunci. Dari pemerintah pusat, hadir Rachmeilia Daniastri, Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sementara dari pemerintah daerah, hadir Erlina Hidayati Sumardi, Kepala Dinas P3AP2 DIY.
Dari kalangan akademisi, hadir Suharti Mukhlas, Gender Specialist sekaligus Executive Secretary UNU Yogyakarta, dan dari kalangan aktivis hadir Halimah Ginting, Sekretaris Wilayah DIY Koalisi Perempuan Indonesia. Mereka semua menjadi narasumber utama dalam seminar tersebut.
Selain para narasumber, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan disabilitas, juru bahasa isyarat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas, media, komunitas/organisasi masyarakat, UMKM lokal, dan perwakilan Satgas PPKS. Kehadiran beragam pihak ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas sektor dan melahirkan solusi nyata.
“Aturan kini sudah banyak mengalami kemajuan, namun implementasinya masih kurang optimal. Ini menjadi tugas kita bersama untuk terus melakukan edukasi,” ujar Suharti Mukhlas.
Di akhir seminar, Rachmeilia Daniastri menambahkan, “Kami membuka kesempatan untuk menyampaikan saran kepada pemerintah pusat terkait hal-hal yang perlu dibenahi. Saat ini kami juga telah memiliki layanan pengaduan dan siap mendukung dengan berbagai sarana lainnya apabila diperlukan.”
Penyelenggara berharap Townhall Muda Yogyakarta dapat mendorong kampus agar menjadi ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika untuk menumbuhkan mimpi dan cita-cita, bukan sekadar gedung yang membungkam suara mahasiswa. Sebab, mimpi hanya akan terwujud saat setiap individu mengambil peran dan menghadirkan aksi nyata.










