EQUATOR TV, BULUNGAN—Job Fair Bulungan 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bulungan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Tanjung Selor pada Kamis (16/10/2025) ini menjadi wadah bagi pencari kerja dan perusahaan untuk bertemu secara langsung.
Hingga hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 97 peserta hadir, terdiri atas 46 peserta yang mendaftar secara online dan melakukan registrasi ulang, serta 51 peserta yang mendaftar langsung di lokasi.
Sebanyak 22 perusahaan turut berpartisipasi dengan menyediakan 20 lowongan kerja dari berbagai bidang, seperti administrasi, jasa, teknisi, hingga industri.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Job Fair merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mendapatkan akses informasi dan kesempatan kerja.
“Job fair ini bukan cuma soal lowongan kerja, tapi tentang mempertemukan kebutuhan dua pihak perusahaan dan masyarakat kita. Pemerintah hadir sebagai jembatan supaya proses penempatan kerja bisa lebih cepat dan tepat,” ujar Syarwani.
Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang siap bersaing. Perusahaan dapat berkoordinasi dengan pemerintah jika membutuhkan tenaga kerja, agar dapat ditindaklanjuti melalui pelatihan dan pendidikan vokasi.
“Saya titip kepada teman-teman pengusaha, kalau ada kebutuhan tenaga kerja, sampaikan ke pemerintah, supaya kami bisa bantu siapkan SDM-nya lewat pelatihan atau pendidikan vokasi,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Masyarakat perlu memanfaatkan pelatihan vokasi untuk menambah keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kita ingin investasi yang masuk ke Bulungan benar-benar berdampak bagi warga. Anak-anak Bulungan harus bisa kerja di tanahnya sendiri,” tegasnya.
“Kadang orang lulusan ekonomi bisa juga kerja di bidang teknik, asal punya keterampilan tambahan. Nah, pelatihan vokasi itu yang bisa menjembatani,” ujarnya menambahkan.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan sejumlah mitra, termasuk lembaga pelatihan dan perusahaan swasta. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam penyediaan lapangan kerja serta mendorong pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“CSR ini jangan hanya untuk formalitas, tapi diarahkan ke hal-hal yang bisa bantu masyarakat, misalnya pelatihan kerja atau pengembangan usaha kecil,” kata Syarwani.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Bulungan, Hasanuddin, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan Job Fair sempat tertunda karena adanya penyesuaian dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait situasi keamanan nasional. Namun, kegiatan akhirnya dapat berjalan lancar dan tetap mendapat antusiasme dari masyarakat. “Alhamdulillah, meskipun sempat tertunda, kegiatan akhirnya bisa berjalan lancar. Ada 22 perusahaan yang ikut, dan bahkan ada beberapa yang langsung melakukan psikotes di tempat,” jelas Hasanuddin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. “Kita ingin kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan jadi agenda rutin,” tutupnya. (RT)










