EQUATOR-TV, TARAKAN – Dengan mengusung tema “Kreasi Kaltara Inklusif”, AYS Indonesia bersama Telkom Indonesia menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan para penyandang disabilitas se-Kota Tarakan, pada hari Minggu pagi (19/10/2025), di Perpustakaan Daerah Tarakan.
Kegiatan ini jadi ajang bagi peserta untuk memperluas wawasan dalam bidang digitalisasi produk dan literasi digital dasar, sebagai upaya meningkatkan kesetaraan akses dan pemberdayaan digital bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.
Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai 17 hingga 19 Oktober 2025, dengan menghadirkan berbagai aktivitas kreatif yang menonjolkan kearifan lokal Kaltara.
Para peserta diajak untuk berkreasi melalui membatik motif khas Kaltara, meronce aksesoris tradisional Tidung, serta membuat produk vegan leather dari ampas kopi. Aktivitas ini bukan hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan semangat kemandirian dan mengekspresikan kreativitas tanpa batas.
Dalam kegiatan hari ketiga kali ini, hadir Direktur media televisi digital Streaming, Equator TV, Rina Kurnia Handayani, ST., M.IP, sebagai narasumber yang membawakan materi bertajuk “Literasi Digital dan Digitalisasi Produk untuk Penyandang Disabilitas”.
Melalui sesi ini, Rina membagikan pandangannya tentang pentingnya kemampuan literasi digital di era modern, khususnya bagi penyandang disabilitas agar dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana berkarya dan membuka peluang usaha baru.
Rina menjelaskan bahwa dunia digital bersifat inklusif dan memberikan ruang yang sama bagi semua orang untuk berkreasi, tanpa memandang latar belakang atau keterbatasan fisik. Menurutnya, media sosial tidak mengenal diskriminasi karena yang menjadi penilaian utama adalah karya yang dihasilkan.
“Hari ini saya menjadi pemateri di acara Telkom Indonesia dan juga AYS Indonesia di depan teman-teman komunitas disabilitas tentang literasi digital dan digitalisasi produk, dimana media sosial itu pada dasarnya tidak mengenal kaum difabel karena dia konsen pada karya yang dibuat jadi tidak mengenal keterbatasan atau diskriminasi,” ujar Rina.
Menurutnya, banyak content creator Indonesia yang sukses meskipun memiliki latar belakang disabilitas. “Jadi saya menghimbau kepada teman-teman tadi bahwa banyak loh content creator Indonesia yang sukses yang mereka punya latar belakang disabilitas bahkan karyanya melebihi kita yang normal gitu ya. Jadi kecanggihan teknologi harus digunakan untuk memudahkan mereka dengan keterbatasan mereka. Teknologi diciptakan dan hadir untuk membuat peluang dan membuka peluang buat mereka agar lebih kreatif lebih mandiri dalam segala hal,” tuturnya.
Kegiatan Kreasi Kaltara Inklusif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat inklusi digital di Kalimantan Utara. Melalui kolaborasi antara AYS Indonesia dan Telkom Indonesia, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu mengoptimalkan potensi teknologi digital untuk berdaya, berkarya, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (VT)










