EQUATOR TV, BULUNGAN – Sepanjang tahun 2025, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Bulungan, menunjukkan adanya peningkatan jumlah tindak pidana.
Tercatat sebanyak 395 kasus tindak pidana terjadi selama tahun 2025. Jumlah ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 271 kasus.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Bulungan Kombes Pol. Rofikoh Yunianto, SK, saat konferensi pers akhir tahun 2025 yang digelar di Mako Polresta Bulungan, Senin (29/12/2025).
“Kalau kita bandingkan, terjadi kenaikan 123 kasus atau sekitar 44,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rofikoh pada awak media.
Meski demikian, peningkatan jumlah kasus tersebut tidak menyurutkan komitmen Polresta Bulungan dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Seluruh jajaran, tetap bekerja maksimal dalam menangani setiap perkara yang masuk.
“Walaupun jumlah kasus meningkat, kami tetap berupaya menuntaskan setiap perkara secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Dari sisi penyelesaian perkara, pada tahun 2024 Polresta Bulungan berhasil menyelesaikan 173 kasus atau sekitar 64 persen dari total perkara yang ditangani. Sementara pada tahun 2025, jumlah perkara yang berhasil diselesaikan meningkat menjadi 195 kasus, meski secara persentase berada di angka 50 persen dari total kasus.
Peningkatan tindak pidana tersebut juga berdampak pada jumlah pelaku kejahatan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 333 orang pelaku, sedangkan di tahun 2025 jumlahnya naik menjadi 482 orang.
“Hal ini tentu berpengaruh terhadap risiko kriminalitas di Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2025, risiko kriminalitas mengalami kenaikan menjadi 149 orang per 100 ribu penduduk, atau naik sekitar 30,91 persen,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Kapolresta Bulungan menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum untuk menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Bulungan. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (RT)










