EQUATOR-TV, TARAKAN – Kehadiran bulan suci Ramadhan 1447 H juga dimanfaatkan oleh para pegiat perempuan dan anak yang tergabung dalam Forum PUSPA atau Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak – Sedungan Tarakan untuk mengambil peran dalam membantu menyelesaikan berbagai macam masalah sosial dan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di Tarakan.
Tak memilih aksi berbagi takjil Ramadhan, forum binaan DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Tarakan, yang beranggotakan para pegiat perempuan dan anak dari lingkup masyarakat umum ini, memilih aksi sosial berbagi sembako yang diperuntukkan bagi perempuan, lansia dan janda-janda yang kurang beruntung dari anggota Bank Sampah Paguntaka yang membutuhkan uluran tangan.
Lewat kolaborasi PUSPA Sedungan Tarakan dan Bank Sampah Paguntaka Tarakan, forum ini membagikan 10 paket sembako untuk para anggota bank sampah pada hari Minggu sore (8/3/2026), di Bank Sampah Paguntaka yang berlokasi di belakang SMAN 1 Tarakan.
Banyak perempuan, lansia dan janda-janda yang harus berjuang digaris depan keluarga demi menghidupi anak-anaknya, dengan mengumpulkan uang Rp.10ribu hingga Rp.25ribu rupiah dari hasil penukaran sampah plastik, kardus, botol minuman, dan sebagiannya, untuk kebutuhan makan keluarga sehari-hari, membiayai sekolah anak anak, hingga biaya berobat ketika sang anak atau anggota keluarga jatuh sakit.
Sebut saja Wati (nama samaran), salah satu anggota Bank Sampah Paguntaka yang enggan disebutkan namanya, saat ini terpaksa tabungannya di bank sampah bernilai minus Rp.70ribu.
Alih-alih uangnya bertambah akibat menabung sebagaimana lazimnya orang menabung, ia justru harus berhutang pada Bank Sampah Paguntaka, yang mana saat ini saldo buku tabungannya tercatat minus Rp.70rb.
Hal ini terpaksa ia lakukan disaat dirinya tak memiliki uang, ia terpaksa mendatangi Bang Sampah Paguntaka hanya untuk meminjam sejumlah uang, dan membayar atau mencicilnya dengan menyetorkan sampah-sampah plastik, kardus ataupun botol, hingga nanti hutangnya berangsur-angsur lunas.
Tak jarang juga para pengurus bank sampah ini dengan sukarela menambahkan sejumlah uang pribadinya untuk para pemulung sampah plastik ini, demi “menggenapi” dan membantu mereka mendapatkan uang yang diharapkan, tak kala hasil timbangan sampah plastik yang mereka setorkan hanya berhasil ditukar dengan uang yang nilainya jauh dari harapan mereka.
“Kadang datang kesini, butuh uang Rp15 ribu untuk kebutuhan dapur keluarga, tapi sampah plastik yang mereka setorkan setelah ditimbang, hanya bisa ditukar dengan uang senilai Rp10 ribu saja, ya kami sebagai pengurus kadang gak tega jadi nambahin secara sukarela Rp5rb biar cukup buat masak sayur, ” jelas salah seorang pengurus Bank Sampah Paguntaka.
Meski, disisi lain ada juga para anggota Bank Sampah Paguntaka, dari kalangan lansia yang sukses menabungkan uang dari hasil penukaran sampah plastiknya hingga buku tabungannya mencapai saldo kisaran angka Rp200 ribu.
Melihat kondisi perjuangan para perempuan yang beragam dan cukup memprihatinkan inilah, menginisiasi PUSPA Sedungan Tarakan untuk meringankan beban para ibu rumah tangga tersebut dengan berbagi Sembako yang dikumpulkan oleh para pengurusnya lewat open donasi secara swadaya/mandiri, yang diperuntukkan bagi para anggota bank sampah yang kurang beruntung.
Hal ini sebagainya disampaikan Rina Kurnia Handayani, ST, M.IP selaku Ketua dari PUSPA Sedungan Tarakan, dalam wawancaranya dengan Tim Liputan Equator TV.
“Hari ini kita menggelar kegiatan berbagi bersama teman-teman Forum PUSPA Tarakan atau singkatan dari Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Tarakan, dengan membagikan bantuan sembako untuk para anggota dari Bank Sampah Paguntaka,” ujar Rina.
“Kenapa mereka kita pilih sebagai calon penerima bantuan? Karena di situ banyak wanita-wanita tangguh, lansia dan juga janda-janda yang mereka berjuang luar biasa memungut sampah dan menukarnya dengan rupiah hanya untuk melanjutkan kehidupan rumah tangga, untuk membeli bahan-bahan sembako, kemudian makanan minuman untuk membiayai anak-anak sekolah bahkan ketika anak-anak mereka sakit. Itu mungkin yang membuat kita terinspirasi untuk berbagi sembako pada hari ini,” ucapnya.
Ketua Bank Sampah Paguntaka sendiri, Siti Amanah yang juga merupakan salah satu pengurus PUSPA Sedungan Tarakan, menyambut baik aksi sosial ini. Ia merasa bersyukur sekali atas kepedulian PUSPA Sedungan Tarakan dan menyampaikan rasa terimakasihnya atas kepedulian forum ini dengan memberikan sejumlah bantuan sembako bagi para anggotanya.
“Saya ucapkan terima kasih atas bingkisan lebaran kepada nasabah saya, nasabah Bank Sampah Paguntaka. Mereka yang aktif mengantar sampah dan manfaat sampah buat kebutuhan mereka sehari-hari. Sampah bagi mereka untuk menambah perekonomian,” ucapnya.
“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada Puspa Kota Tarakan yang telah memberikan bingkisan lebaran buat nasabah kami, semoga barokah, “tutupnya.
Usai kegiatan berbagi bantuan, untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama Pengurus PUSPA Sedungan Tarakan, agenda dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama di Kopique Cafe and Resto Tarakan.(RK)










