EQUATOR-TV, MALINAU – Keakraban dan keceriaan tergambar antar dua pejabat negara Sarawak Malaysia dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) saat malam ramah tamah, yang berlangsung di Long Nawang, Malinau, wilayah perbatasan RI-Malaysia pekan tadi.
Dalam acara malam ramah tamah serumpun Sarawak Malaysia dengan warga perbatasan Apau Kayan di Long Nawang, kecamatan Kayan Hulu tersebut, berlangsung meriah dan penuh kehangatan antara Datu Wilson Uga Anak Kumbong selaku Wakil Menteri Digital Malaysia dan Wagub Kaltara Ingkong Ala, beserta para tamu dan undangan kedua negara.
Hiburan semakin istimewa saat Timbalan Menteri Digital Sarawak, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong yang juga putra asli Dayak Iban, tampil membawakan tarian tradisional Dayak Iban. Sang istri, Datin Lita, juga turut menari, menambah semarak suasana dengan nuansa budaya khas Sarawak.
Lebih menarik lagi, Wagub Ingkong Ala, ikut ambil bagian dengan menampilkan tarian khas Dayak Kenyah.
Penampilan ketiganya menjadi simbol kuat persaudaraan serumpun antara masyarakat Sarawak dan Kalimantan Utara.
Aksi panggung mereka, disambut meriah oleh ratusan rumpun Dayak dari Sarawak, Brunei Darussalam, Singapura dan masyarakat adat setempat.
Datuk Wilson mengatakan, bahwa momen ini mencerminkan kedekatan emosional dan kesamaan akar budaya di wilayah perbatasan.
Ia juga mengaitkan pentingnya pelestarian budaya dengan perkembangan zaman digital.
Budaya Dayak Kenyah harus terus dijaga dan diwariskan, sebagai identitas yang kuat di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, Ingkong Ala menegaskan, budaya merupakan perekat utama hubungan masyarakat di perbatasan yang harus terus dilestarikan.
Momentum itu tidak hanya mempererat hubungan sosial budaya, tetapi juga memperkuat komitmen kerjasama lintas negara, khususnya dalam pembangunan kawasan perbatasan.
Ingkong Ala berharap, melalui malam serumpun ini hubungan antara Sarawak dan Kaltara semakin kokoh. Ini membuktikan bahwa Malaysia dan Indonesia merupakan serumpun dan berkomitmen bersama-sama menjaga warisan budaya sekaligus memanfaatkannya di era digital sebagai identitas masyarakat perbatasan.
Untuk diketahui, malam penuh keakraban ini juga diisi dengan pertunjukan seni tradisional dan musik etnik. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat dari interaksi antara delegasi Sarawak dan Pemprov Kaltara.
Turut hadir, Residen Bahagian Kapit Elvis Anak Didit, Residen Bahagian Miri Galong Anak Luan, Pegawai Daerah Bukit Mabong Jabang Anak Juntan, serta Pegawai Daerah Kanowit Cerislogo Anak Sabut serta unsur perkhidmatan awam Kapit. Sedangkan delegasi Pemprov Kaltara diwakili Asisten II Pemprov Kaltara, Bustan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Bertius, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Ferdy Manurun Tanduklangi dan Karo Administrasi Pimpinan (Adpim), Jaini.(SMO)










