EQUATOR-TV, BULUNGAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui perencanaan yang terintegrasi, terukur, dan berbasis data akurat.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Tanjung Selor, Rabu (8/4/2026).
Menurut Wagub, perencanaan program stunting harus terintegrasi dan berbasis data yang akurat dan tidak boleh lagi ada program tanpa kejelasan sasaran.
Ingkong Ala juga menargetkan penurunan stunting hanya bisa dicapai jika seluruh perangkat daerah bekerja terpadu dan fokus pada kelompok sasaran prioritas.
Kelompok sasaran tersebut mencakup ibu hamil, bayi usia 0–23 bulan, balita, remaja putri, calon pengantin, hingga rumah tangga berisiko stunting.
Selain itu, Intervensi juga harus menyentuh persoalan mendasar seperti sanitasi dan akses terhadap jamban layak.
Lebih jauh, Wagub Ingkong menyebutkan bahwa intervensi harus difokuskan pada ibu hamil, bayi, balita, remaja putri, hingga rumah tangga yang berisiko stunting.
Dalam kesempatan itu, Ingkong juga menyoroti masih rendahnya kunjungan masyarakat ke posyandu. Ia mengimbau orang tua untuk rutin memantau tumbuh kembang anak sebagai langkah pencegahan dini. Masyarakat yang memiliki balita, agar rutin membawa anaknya ke posyandu setiap bulan.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan air bersih dan ketahanan pangan. Tidak cukup hanya dilakukan pada satu sektor saja, namun membutuhkan kerjasama lintas sektor,” tegasnya.
Di sisi lain, Ingkong juga mengingatkan agar penganggaran program stunting tidak sekadar bersifat administratif, melainkan benar-benar menyasar intervensi prioritas yang berdampak nyata di lapangan.
“Penganggaran tidak boleh sekadar label program stunting, tetapi harus benar-benar berdampak nyata,” ucapnya.
“Keberhasilan menekan angka stunting merupakan indikator penting kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” imbuhnya
Melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 ini, diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang lebih tajam, berbasis data, dan tepat sasaran guna mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan di daerah.(SMO)










