EQUATOR-TV, PONTIANAK – Petani sawit didorong kuasai pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk demi perkebunan sawit perkelanjutan.
Hal ini dilakukan APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dalam kegiatan Seminar dan Workoshop yang bertajuk “Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit”, yang digelar pada 22-24 Mei 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini dilakukan dalam upaya pemberdayaan petani sawit, untuk terus diperkuat melalui edukasi pengendalian hama dan penyakit tanaman, khususnya Ganoderma dan Kumbang Tanduk yang menjadi ancaman serius bagi produktivitas perkebunan sawit.
Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat M.E. Manurung, M.P., C.IMA., C.APO., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas petani demi menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional.
Dalam kegiatan tersebut, para petani diberikan pemahaman mengenai strategi pencegahan dan penanganan serangan Ganoderma serta Kumbang Tanduk yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen hingga kerusakan tanaman secara masif.
“Petani sawit harus dibekali pengetahuan dan teknologi yang tepat agar mampu menghadapi ancaman Ganoderma dan Kumbang Tanduk. Keberlanjutan perkebunan sawit sangat bergantung pada kemampuan petani dalam menjaga kesehatan tanaman,” ujar Gulat dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, dengan melibatkan kolaborasi antara petani, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri sawit. (RK)









