TARAKAN, EQUATOR-TV — Pemerintah Kota Tarakan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mengeluarkan imbauan bersama terkait peringatan dini tsunami yang berpotensi berdampak pada wilayah pesisir Provinsi Kalimantan Utara. Langkah taktis ini diambil menyusul aktivitas gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dan memicu status waspada bencana.
Perwakilan BMKG Kota Tarakan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis pemodelan gempa bumi tersebut, beberapa wilayah pesisir di Kalimantan Utara dikategorikan berpotensi terdampak rambatan gelombang. Wilayah yang masuk dalam zona peringatan dini ini meliputi Pulau Tarakan, Kabupaten Nunukan, hingga area pesisir Kabupaten Bulungan seperti kawasan Pantai Tanah Kuning dan Mangkupadi.
Berdasarkan perhitungan data kedatangan gelombang laut (ETA), estimasi ketibaan gelombang tsunami di perairan Kalimantan Utara diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 09.06 WITA hingga pukul 09.27 WITA. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak panik mengingat proyeksi perkiraan tinggi gelombang tsunami yang akan menyentuh daratan Tarakan diprediksi dalam magnitudo rendah, yakni berkisar antara 0 hingga 0,5 meter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, dalam pernyataan resminya mewakili Pemerintah Kota Tarakan, menegaskan agar seluruh lapisan masyarakat pesisir senantiasa menjaga ketenangan dan menghindari respons yang berlebihan di lapangan. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk menyaring dengan ketat setiap informasi kebencanaan yang beredar bebas di media sosial.
“Kami menghimbau atas nama pemerintah agar masyarakat tetap tenang. Perhatikan dan dengarkan informasi hanya dari sumber-sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti BMKG, pihak Kepolisian, Pemerintah Daerah, ataupun BPBD. Ini penting guna menghindari kepanikan massal yang tidak perlu,” tegas perwakilan Pemkot Tarakan .
Hingga berita ini diturunkan, jajaran pengamanan dari Polres Tarakan, BPBD, dan instansi terkait dilaporkan terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang garis pantai untuk mengantisipasi dinamika permukaan air laut. Kesiapsiagaan penuh tetap diberlakukan di seluruh posko kebencanaan guna mengutamakan aspek keselamatan warga pesisir .










