EQUATOR-TV, TARAKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan kembali memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, yang kali ini mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, Kuat Lewat Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”,
Peringatan HANI tersebut diisi dengan menyaksikan bersama secara virtual, acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2026, Balai Besar Rehabilitasi Lido BNN RI dari Kantor BNNK Tarakan pada Kamis pagi (23/07/26).
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala BNN Kota Tarakan, Evon Meternik, S.E dan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Tarakan dr.Khairul M.Kes yang diwakili Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, yang kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng puncak peringatan HANI 2026 tingkat nasional secara virtual.
Peringatan ini turut dihadiri juga perwakilan DPRD, Polres Tarakan, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Satrad 204 Tarakan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Kesbangpol, IBM Sehati, IBM Macan dan IBM Ibadah, serta perwakilan media.
Kepala BNNK Tarakan Evon Meternik, mengatakan bahwa tema HANI 2026 menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan narkoba adalah investasi untuk masa depan. Target utama peringatan tahun ini adalah meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta mewujudkan Kota Tarakan bersih dari narkoba.
“Target kita dalam kegiatan HANI 2026 ini tidak lain adalah bagaimana meminimalisir dan menjadikan Kota Tarakan ini bersih dari narkotika. Itu target utama kami. Yang kedua, kami mengharapkan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat untuk terlibat dalam peran semesta memberantas narkoba. Karena ini adalah musuh bersama. BNN tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari seluruh stakeholder. Untuk itu mari kita kuatkan sinergi dan komitmen bersama melalui program P4GN di Kota Tarakan,” ujar Evon.
Berdasarkan data BNN, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 206 juta jiwa pada 2024. Angka ini naik 19 juta jiwa dibanding 2023. Prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional tercatat 1,73 persen.
“Di Kota Tarakan sendiri diperkirakan ada sekitar 4.000 pengguna. Tingginya peredaran narkoba terlihat dari hasil pengungkapan. Satu orang pelaku bisa mengedarkan hingga 800 paket narkoba dalam waktu 1 hari 1 malam dengan nilai mencapai Rp160 juta. Upah yang diterima kurir Rp500 ribu per 12 jam,” imbuhnya.
BNN, Polri, dan Bea Cukai juga baru-baru ini mengungkap kasus 3,37 ton bunga ganja asal Thailand. Ganja tersebut rencananya akan diekstrak menjadi cairan vape dan diedarkan melalui liquid vape untuk menimbulkan efek ketagihan bagi penggunanya di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tarakan juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tarakan untuk terus bersinergi dengan BNNK meski di tengah efisiensi anggaran. Sinergi tersebut difokuskan pada program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN.
“Efisiensi anggaran itu artinya penghematan, tapi penghematan itu tidak menyasar kepada semua sektor. Untuk sektor yang substantif seperti pemberantasan narkoba tentu tidak ada pemotongan anggaran. Kita tetap menetapkan skala prioritas dan berkomitmen untuk berkolaborasi dengan BNNK. Yang penting sekarang adalah menetapkan skala prioritas di pemberantasan dan pengendalian narkoba,” ucap Ibnu Saud.
“Saya ulangi, yang dimaksud efisiensi itu tidak menyasar kepada substantif. Kalau hal yang pokok itu tidak boleh diutak-atik. Sama dengan kalau kita minum air dua liter dikurangi jadi satu gelas, ya kita mati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ibnu Saud menyampaikan Pemkot Tarakan bersama DPRD dan BNNK akan terus bersinergi melalui program sosialisasi, deteksi dini, hingga rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di Kota Tarakan.
Dengan semangat tema HANI 2026, BNNK Tarakan berharap gerakan “Ananda Bersinar” dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan peran semesta dari semua pihak demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (IZ)









