EQUATOR-TV, BULUNGAN – Demi menyatukan langkah pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mematangkan segala persiapan pelaksanaan proyek pengelolaan karbon biru berbasis ekosistem mangrove, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Koordinasi Penyiapan Proyek Karbon Biru M4CR.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, pada Selasa (14/07/2026) ini, dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., Wagub Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., sejumlah Bupati serta Kepala Dinas/Lembaga terkait, dan tim teknis perencana dan penyusun proyek Karbon Biru M4CR, dan juga pimpinan organisasi perangkat daerah Kaltara.
Dalam wawancaranya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Utara Bertius, S.Hut. menjelaskan soal konsep terbentuknya nilai karbon biru beserta tujuan utama dari proyek tersebut.
“Blue carbon itu sebenarnya tidak berbentuk, karena dia sebuah upaya kita melestarikan ekosistem mangrove yang menghasilkan pengurangan emisi karbon,” ungkapnya.
“Nah, pengurangan emisi karbon inilah yang dihitung dalam Satuan Tonase. Jadi berapa banyak kita menghasilkan pengurangan emisi karbon itulah prestasi atau kinerja dari mangrove yang dibayar oleh negara, diluar yang menikmati oksigen yang ada dari keberadaan hutan, dalam hal ini ekosistem mangrove,” sambungnya.
Bertius juga menjelaskan manfaat ekonomi yang akan didapat pemerintah daerah hingga masyarakat pemilik lahan.
“Korelasi serta valuenya bagi masyarakat, yang pertama, berkaitan dengan benefit sharing, manfaatnya, nilai karbon yang dijual tadi itu bisa di-share untuk pemerintahan provinsi, untuk pemerintahan kabupaten, untuk masyarakat setempat yang memiliki tapak lokasi tadi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan aturan utama agar ekosistem tetap terjaga dan terus bernilai ekonomi.
“Jadi keuntungan dari situ, tetapi masyarakat juga harus paham bahwa dalam proses itu ada aturan main, yaitu tidak boleh merusak ekosistem itu. Karena ekosistem itu yang terus menghasilkan pengurangan emisi. Jadi kalau dia rusak, maka pengurangan emisinya akan tergangg,” tutupnya.(NA)








