Wednesday, October 28, 2026
  • Tentang Kami
  • Visi Dan Misi
  • Redaksi
  • Office & Studio
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Pelindungan Wartawan
Equator TV
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Tana Tidung
    • Nunukan
    • Malinau
  • Kaltim
  • Nasional
  • Politik
  • Advetorial
  • Login
No Result
View All Result
Equator TV
Home Berita

Gugat SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat, Dua Polisi Serahkan Bukti Baru ke PTUN Samarinda

by REDAKSI
July 16, 2026
in Berita, Bulungan, Kaltara, Malinau, Nasional, Nunukan, Opini, Tana Tidung, Tarakan
Reading Time: 2 mins read
0 0
Gugat SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat, Dua Polisi Serahkan Bukti Baru ke PTUN Samarinda
Share on FacebookShare on Whatsapp

EQUATOR TV, SAMARINDA – Sidang lanjutan perkara gugatan Pembatalan Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua anggota Polri dengan nomor perkara 9/G/2026/PTUN.Smr digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda pada (14/7/26).

Para Penggugat berhasil menunjukan bukti-bukti tambahan yang akan ditunjukkan kepada majelis didepan ruang persidangan. Sebanyak 11 bukti tambahan dari P-10 sampai dengan P-20 telah diperlihatkan.

Related posts

Peringati HLN ke-81, PLN UIP KLT Terus Bangun Masa Depan Energi Kalimantan

Peringati HLN ke-81, PLN UIP KLT Terus Bangun Masa Depan Energi Kalimantan

October 27, 2026
Agar Lansia Tidak Terpinggirkan, Pemprov Kaltara Susun RAD Kelanjutusiaan

Agar Lansia Tidak Terpinggirkan, Pemprov Kaltara Susun RAD Kelanjutusiaan

October 27, 2026

Dalam perkara ini, Para Penggugat menggugat Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) selaku Tergugat atas dikeluarkannya Surat Keputusan PTDH.

Usai persidangan, Kuasa Hukum Para Penggugat, Prof. Dr. H. Alex Chandra, S.H., S.E., M.Hum. menyampaikan sejumlah catatan terkait proses hukum yang dijalani kliennya.

Dalam keterangannya, Prof.Alex menilai proses internal yang dilakukan terhadap kliennya sarat dengan kejanggalan prosedur.

“Adalah sebuah ironi dalam perkara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), dua orang anggota diproses dalam proses internal yang tertutup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti terkait pendampingan hukum bagi anggota yang akan dijatuhi sanksi PTDH. Menurutnya, pendamping yang berasal dari internal dinilai tidak dapat berjalan secara objektif.

“Sejatinya, calon yang akan di PTDH harus didampingi Penasihat Hukum. Namun dalam praktiknya, pendamping berasal dari internal. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai objektivitas proses tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kuasa Hukum juga menyinggung kasus kliennya atas nama  inisial (AA) dan (DR). Ia menyatakan bahwa sejak April tahun lalu, pihak keluarga di Nunukan tidak menerima pemberitahuan resmi terkait permasalahan hukum yang menjerat anaknya. Informasi hanya diterima secara lisan dari anggota Polri.

“Pertanyaannya, apakah institusi penegak hukum tertinggi telah menegakkan hukum sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku,” tegasnya.

Jika proses di awal telah menyimpang dari asas dan kaidah hukum, maka akan sulit untuk menghasilkan putusan yang adil di akhir.

Kuasa Hukum juga menyampaikan kendala dalam menghadirkan saksi dari unsur Provost atau fungsi pengamanan internal di lingkungan Polri ke persidangan.

“Anggota Provost yang telah pensiun maupun yang masih aktif mengalami ketakutan untuk hadir di ruang sidang. Ini menjadi tantangan besar bagi penasihat hukum dalam menghadapi institusi Polda,” pungkasnya.

Dalam petitum gugatannya, Para Penggugat memohon kepada Majelis Hakim PTUN Samarinda untuk menyatakan batal Surat Keputusan PTDH tersebut dan memerintahkan Tergugat, yakni Kapolda Kaltara, untuk memulihkan kembali status, jabatan, serta seluruh hak-hak kedua anggota Polri tersebut.

Pada sidang ini, pihak Penggugat juga menyerahkan 11 dokumen bukti tambahan kepada Majelis Hakim.(IZ)

Post Views: 670
Tags: GugatanKUASA HUKUMPDTHPTUN Samarinda

Trending 7 Hari Terakhir

  • Agar Lansia Tidak Terpinggirkan, Pemprov Kaltara Susun RAD Kelanjutusiaan

    Agar Lansia Tidak Terpinggirkan, Pemprov Kaltara Susun RAD Kelanjutusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edan! Rakyat Lagi Susah, Anggaran Cetak Kalender DPR Nyaris Rp 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT ke-14 Kaltara Digelar Sederhana, Gubernur Zainal Tekankan Hikmah dan Kebersamaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltara Genap 14 Tahun, Gubernur Zainal Harapkan Ekonomi Terus Tumbuh dan Inflasi Tetap Terkendali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NTT Serap Ilmu dari Kaltara, Kelola Pajak Kendaraan di Atas Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Equator TV

Menjaga Narasi Menyatukan Negeri

Follow Kami:

Recent News

  • Peringati HLN ke-81, PLN UIP KLT Terus Bangun Masa Depan Energi Kalimantan
  • Warga Bulungan Keluhkan Kabel Menjuntai, Ini Tanggapan Telkom
  • Agar Lansia Tidak Terpinggirkan, Pemprov Kaltara Susun RAD Kelanjutusiaan

Category

  • Advetorial
  • Artikel
  • Berita
  • Budaya
  • Bulungan
  • Hiburan
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kuliner
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Recent News

Peringati HLN ke-81, PLN UIP KLT Terus Bangun Masa Depan Energi Kalimantan

Peringati HLN ke-81, PLN UIP KLT Terus Bangun Masa Depan Energi Kalimantan

October 27, 2026
Warga Bulungan Keluhkan Kabel Menjuntai, Ini Tanggapan Telkom

Warga Bulungan Keluhkan Kabel Menjuntai, Ini Tanggapan Telkom

October 27, 2026
  • Tentang Kami
  • Visi Dan Misi
  • Redaksi
  • Office & Studio
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Pelindungan Wartawan

© 2026 EQUATOR TV

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Malinau
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kaltim
  • Politik
  • Nasional
  • Opini
  • Advetorial

© 2026 EQUATOR TV

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In