SURABAYA – 23 Juni 2022 kemarin sekira pukul 15.00 WIB menjadi hari yang cukup tegang bagi sebagian calon mahasiswa maupun mahasiswi yang telah melewati Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada bulan mei hingga awal juni 2022 lalu, sebab hasil seleksi yang dinanti-nantikan selama ini akhirnya diumumkan juga. Bagaimana tidak? menurut data yang dimuat oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dari total jumlah peserta sebanyak 800.852, hanya 192.810 atau sekitar 24,7% nya saja. Memang, jalur SBMPTN ini bukan satu-satunya jalan menuju perguruan tinggi terutama negeri yang diimpikan. Tetapi, kebanyakan dari mereka sudah sepastinya mengharapkan hasil sesuai keinginan sebab biaya yang dikeluarkan untuk berkuliah di PTN terbilang cukup terjangkau sehingga tak dapat dipungkiri bahwasanya mendapatkan kata “selamat” dari LTMPT menjadi suatu hal yang mampu mengubah jalan kehidupan mereka karena sudah berhasil berkuliah di jurusan maupun kampus impian mereka.
Hal tersebut dibuktikan oleh 85 peserta didik SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, yang dinyatakan lolos seleksi di jalur SBMPTN 2022, dimana terdapat kenaikan yang signifikan sebab di tahun 2021 lalu SMAMDA meloloskan 38 peserta didik. Sungguh menjadi rasa syukur yang luar biasa bagi para orang tua dan murid, berkat doa & didikan bapak-ibu guru yang berkompeten selama 3 tahun terakhir, akhirnya mampu mengantarkan peserta didik mereka mendapatkan kursi di PTN yang diimpikan.

Bukanlah suatu hal yang mudah untuk mencapai prestasi membanggakan ini, seperti pengalaman salah satu peserta didik kelas 12 MIPA 2 yang dinyatakan lolos seleksi di Fakultas Ilmu Hukum UPN Veteran Jawa Timur, Thazkia Yaumil El Haq mengatakan, dirinya merasa bersyukur telah memilih SMAMDA sebagai tempat menimba ilmu di jenjang SMA. Bahkan, ia bercerita sedari awal kelas 10 saja, SMAMDA terbilang sangat membimbing untuk mempersiapkan mental, fisik, maupun materi bagi satu per satu peserta didiknya dalam menghadapi berbagai ujian kedepannya. “Untuk kelas 12 sendiri, kami diberikan beragam fasilitas penunjang pengajaran yang cukup baik, seperti jam belajar tambahan atau disebut Smamda Intensive Program (SIP) sedari awal kelas 12, test psikologi yang sangat membantu para murid untuk mempermantab jurusan yang akan diambil saat berkuliah, latihan soal UTBK lewat kerjasama beberapa layanan bimbingan belajar, maupun talkshow perkenalan 23 perguruan tinggi ternama bernama Smamda Edufisa.”

Tak sampai disitu, Thazkia juga melanjutkan bahwasanya SMAMDA bukan hanya mengajarkan kami mengembangkan kemampuan di bidang akademik saja, tetapi juga lewat pembentukan karakter islami yang unggul serta berwawasan global. “Guru-guru di SMAMDA selalu memberikan kami arahan berupa mengerjakan tugas tepat waktu untuk kepentingan nilai akademik, dan juga mendukung kami dalam mengembangkan prestasi non-akademik pula, tetapi juga tak lupa senantiasa mengingatkan kami akan pentingnya beribadah tepat waktu untuk menyelaraskan antara kehidupan di dunia maupun akhirat kelak.” ujarnya.
Merespons hal itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, H. Astajab, S.Pd., M.M. menambahkan, walaupun peserta didik angkatan 45 tahun 2022 ini telah menyelesaikan masa belajarnya di jenjang SMA, bukan berarti mereka telah menyelesaikan belajarnya. Ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan ke jenjang yang lebih tinggi dimanapun mereka berada nantinya. Ia berharap, agar para peserta didik mampu dan terus mengembangkan civitas akademika SMAMDA dengan baik, yang bernaung di bawah ajaran Muhammadiyah.(RM)











