EQUATOR-TV, REQnews – Seiring mencuatnya kasus pembunuhan Brigadir Joshua, institusi Polri kian menjadi sorotan masyarakat.
Bahkan video lawas yang memperlihatkan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berdebat dengan almarhum Guru Besar Hukum Universitas Airlangga JE Sahetapy kembali viral dan menjadi trending topic di media sosial.
Dalam video tersebut, awalnya Tito berbicara tentang psikologi seseorang yang menjadi tersangka dalam sebuah kasus.
“Kita tidak tahu, penegak hukum polisi tidak tahu bagaimana. Seseorang, katakan bapak yang ditangkap. Begitu kemudian ditangkap, pasti psikologi akan jatuh, kemudian. mungkin terjadi perlawanan dari yang terendah sampai yang tertinggi. Sampai yang mengancam,” kata Tito dalam sebuah potongan live yang ditayangkan stasiun televisi dan diunggah di media sosial, dikutip Senin, 5 September 2022.
“Maka polisi, polisi Amerika, tidak mau berisiko. Kalau lihat di TV, mau pejabat mau apa ditangkap, masuk mobil kepala ditaruh. Di Korea Selatan, mantan presiden diborgol,” lanjut Tito.
Mendengar penjelasan Tito Karnavian, pakar hukum Profesor JE Sahetapy memintanya membaca atau belajar ke Norwegia tentang penjara Bastoy Prison.
“Pernah tahu, pernah mau dengar?” tanya Prof Sahetapy.
Tito hanya mengangguk-angguk.
“Lho jangan begini-begini, saya tanya,” kata Sahetapy sambil mengangguk-anggukkan kepalanya meniru anggukan Tito.
“Pernah tahu dan pernah dengar?” tanya Sahetapy sekali lagi.
“Tidak harus tahu, sama kayak bapak tadi,” jawab Tito.
Prof Sahetapy pun terus mengungkapkan penjelasannya.
“Masalah polisi ada kaitannya dengan culture, Itu Bastoy Prison di Norwegia, pintu dibuka tidak ada satu pun narapidana yang melarikan diri. Coba di Indonesia, di Amerika,” terangnya.
Kalau bicara Amerika, lanjut Sahetapy, Tito diminta untuk belajar di Amerika.
“Polisi itu fungsinya apa? Jangan cuma ambil sepotong yang menguntungkan bapak saja,” kata Sahetapy lagi.
“Kebetulan saya masternya juga di bidang kepolisian di luar negeri,” sahut Tito.
“Master atau doktor masa bodo,” tegas Sahetapy.
“Bapak di bidang hukum saya di bidang kepolisian,” jawab Tito seolah tak mau kalah.
“Ya boleh saja, tapi doesnt guarantee that your are the right one (tidak menjamin bahwa Anda adalah orang yang tepat),” tandas Prof Sahetapy.
Disadur dari www.reqnews.com









