EQUATOR-TV.COM, TARAKAN – Kejuraan Propinsi (Kejurprov) Rally Wisata Seri 1 Walikota Tarakan Cup, Minggu pagi resmi dimulai. Setidaknya 65 peserta dari berbagai kategori mengikuti kejuaraan ini. Para Peserta dilepas langsung oleh Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul M.Kes, di halaman Rumah Jabatan (Runjab) Wali Kota Tarakan, Minggu (27/3/2022).
Wali Kota Tarakan memberikan apresiasi atas digelarnya lomba ini, karena turut mensosialisasikan tentang keselamatan berlalu lintas atau safety riding sekaligus memperkenalkan dan memperomosikan potensi pariwisata di Bumi Paguntaka, serta untuk mendorong geliat perekonomian kota Tarakan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa memperkenalkan dan mengangkat potensi wisata Tarakan, Itu sebenarnya tujuan utama dan kita harapkan bersama agar kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, karena kita sekaligus bersinergi dengan kepolisian untuk mensosialisasi ke masyarakat bagaimana cara berkendara secara aman,” ujar Wali Kota kepada awak media.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemkot Tarakan sebenarnya turut mendukung olahraga otomotif dengan berencana membangun sirkuit balap motor. Bahkan telah menetapkan lokasi di Bumi Perkemahan Binalatoeng dan telah membuat desainnya.
Namun anggaran yang terbatas menjadi kendala untuk merealisasikan rencana itu. Sempat akan direalisasikan di awal pemerintahan berjalan, namun pandemic Covid-19 menunda rencana ini. Karena itu, Wali Kota berharap pecinta otomotif di Bumi Paguntaka bersabar.
“Saya ingin sebenarnya buat sebuah sirkuit balap ini, tempatnya sudah ada, gambarnya sudah ada juga, jadi mohon bersabarlah,” ungkapnya.
Rencana pembangunan sirkuit Ini sebagai upaya Pemkot Tarakan untuk mencegah balapan liar di tempat-tempat umum. Karena Wali Kota juga mendapat laporan dari jamaah masjid Baitul Izzah Islamic Center, yang sangat terganggu saat melaksanakan sholat Jumat karena adanya aktivitas balap liar.
“Saya juga dapat laporan dari takmir masjid tentang balap liar terutama saat sholat Jumat. Jadi tolong masyarakat yang ada di situ, termasuk saya juga memberi pemahaman bahwa itu hanya sementara, nanti kalau memang sudah ada tempatnya, kalau masih di situ ya kita tindak tegas,” tuturnya.
Ketua Panitia penyelenggara, Jajang Rimawanta mengatakan, jika lomba ini merupakan untuk pertama kalinya digelar di kota Tarakan dan Rally wisata ini sudah disosialisasikan sejak tahun 2019 lalu.
“Rally wisata ini juga ada perlombaan tingkat nasionalnya, Kami memang baru pertama kali menggelar dikota Tarakan, sekaligus sosialisasi kepada peserta mengenai lomba ini. Pemenangnya bukan siapa yang tercepat, akan tetapi poinnya limit waktu, dan yang bisa mengikuti petunjuk, serta pandai membaca rambu. Alhamdulilah pesertanya bukan saja dari Kota Tarakan, namun juga ada beberapa dari berbagai kabupaten di Kaltara, seperti Bulungan, Malinau, KTT, Dan Nunukan, Ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator wilayah (Korwil IMI) Kaltara Sulis Krosbowo menjelaskan, Kegiatan ini tidak melombakan siapa yang tercepat menyentuh garis finish. Akan tetapi poinnya adalah limit waktu. Karena itu peserta dituntut mampu membaca peta rute yang dilalui.
“Poinnya itu pada limit waktu. Dari panitia sudah survei berapa waktu yang ditempuh, berapa jarak tempuh dan waktu yang diperlukan dari menuju start hingga finish. Nanti juaranya dari itu, siapa yang mendekati limit tersebut, itulah yang juara,” katanya.
Selain itu, peserta juga wajib melapor di setiap pos. Panitia menyiapkan 15 pos untuk disinggahi peserta dan wajib mendapatkan stempel sebagai bukti telah singgah pos yang telah ditentukan. Lokasinya kebanyakan berada di tempat-tempat wisata dan tempat sponsor.
“Kalau tidak ada stempel berarti poinnya kurang, kena pinalti,” tegas Sulis Krisbowo yang juga anggota Polres Tarakan ini.
Sulis Krisbowo menambahkan / jika Tujuan digelarnya event ini selain untuk kegiatan olahraga, juga untuk mempromosikan pariwisata di daerah Tarakan. Pihaknya berencana menggelar lima seri sepanjang tahun ini, di mana Tarakan menjadi seri pembuka. Sedangan empat seri lainnya akan digelar di kabupaten lainnya, yang kemungkinan akan kembali digelar usai lebaran, tergantung kesiapan masing-masing kabupaten/Kota.(*ETV1)










