EQUATOR-TV, TARAKAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan gelar rapat koordinasi terkait persiapan aksi peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dengan tema “Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Terhadap Ancaman Bencana Gempa Bumi dan Tsunami”, pada Kamis pagi (17/10/2024), bertempat di Kantor BPBD Tarakan.
Dalam peringatan bulan PRB 2024 ini, sepakat dipilih aksi Penanaman Mangrove, yang merupakan ide awal dari Komunitas Gereja Santa Maria Imakulata, Tarakan. Penanaman Mangrove merupakan salah satu upaya mitigasi terhadap ancaman bencana gempa bumi dan Tsunami, dimana magrove merupakan tanaman yang berada pada area terluar pesisir pantai.
Aksi Penanaman Mangrove ini, rencananya akan digelar pada hari Minggu 20 Oktober 2024 mendatang, di kawasan pesisir pantai Markas Lantamal XIII Mamburungan, Tarakan.
“Kita berharap apa yg kita lakukan di tanggal 20 nanti, akan berdampak pada masyarakat”, ujar Yonsep-Kepala BPBD Tarakan saat memimpin rapat koordinasi kali ini. Aksi bersama yang merupakan kerjasama multi pihak ini, merupakan upaya peningkatan kapasitas dan ketangguhan serta budaya sadar bencana.
Dalam rapat ini, juga hadir Plt.DLH Tarakan, Syarintan, yang menyampaikan arahannya. “Setelah ditanam, fungsi monitoring adalah yang utama. Perhatikan umur Mangrove, lumpur, lokasi penanaman harus dilihat betul arenanya, luasnya, dan bagian dari ceremonial itu, penanamannya harus terarah. Kita berharap, Mangrove ini tetap tumbuh 5 tahun kedepan, dan kita semua bertangjawab terhadap apa yang telah kita tanam”, ujar Syarintan.
Aksi Penanaman Mangrove ini direncanakan akan melibatkan sekitar 500 orang peserta, yakni dari Lantamal XIII Tarakan, DLH, UPTD KPH Provinsi Kaltara, Universitas Borneo, BMKG, Basarnas, PMI, Pertamina Field Tarakan, Komunitas Gereja Katolik Santa Maria Imakulata serta komunitas-komunitas lainnya, disertai dengan 500 pohon Mangrove jenis api-api.










