EQUATOR TV-TARAKAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Kalimantan Utara, dokumen Master Plan Pendidikan untuk periode 2025 hingga 2045, dianggap sangat penting. Hal ini kian dipertegas melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan konsultasi publik, yang berlangsung pada Jumat pagi (22/11/2024), di Hotel Lotus Panaya, Tarakan, Kalimantan Utara.
Dua narasumber ahli, yakni Prof.Dr.Margana, M.Hum., M.A. dan Dr. Drs.Ir.Darmono,MT., IPM., ASEAN Eng., dihadirkan sebagian pembicara pada kegiatan FGD kali ini, yang membagikan pandangan mereka mengenai langkah-langkah strategis yang perlu diambil dalam perencanaan pendidikan jangka panjang.
Menurut Prof.Margana, perubahan paradigma pendidikan harus dipandang sebagai sebuah investasi untuk masa depan. Master plan pendidikan dianggap punya peran penting dalam kehidupan manusia. “Master plan pendidikan ini memiliki multi layer impact terhadap berbagai dimensi, baik dimensi sosial, kultural, politik, dan juga berbagai dimensi yang ada dalam kehidupan manusia”, ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa, “Pengembangan master plan pendidikan menjadi krusial, untuk memberikan arahan yang jelas bagi semua tingkat pemerintahan di provinsi dan kabupaten”, imbuhnya. Tak hanya itu, Kepala Pusat Studi dan Kajian Pendidikan (PSDKP) ini, juga menyampaikan bahwa, “Master plan adalah panduan strategis yang tidak hanya fokus pada peningkatan akademis, tetapi juga pada penguatan karakter dan keterampilan siswa agar menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.”
Dalam wawancara terpisah, Dr.Darmono mengungkapkan pendapatnya tentang poin-poin penting yang harus ditekankan dalam dokumen tersebut. “Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Infrastruktur pendidikan, seperti fasilitas SMA di berbagai daerah, termasuk di Nunukan, perlu ditingkatkan”, ujarnya.
Lebih lanjut, Dr.Darmono juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru dan tenaga pendidik. Ia mengusulkan program peningkatan pendidikan untuk guru yang belum memiliki gelar sarjana, serta dorongan bagi mereka yang sudah S1 untuk melanjutkan ke S2, bahkan S3. Ia berkeyakinan bahwa investasi pada sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa dampak positif bagi pembangunan jangka panjang di daerah tersebut. Dengan mengedepankan pendidikan yang baik dan berkualitas, kedua narasumber sepakat bahwa Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi untuk menjadi daerah yang lebih unggul. Melalui implementasi yang tepat dari Master Plan Pendidikan, diharapkan generasi mendatang akan mendapatkan pendidikan yang lebih baik, sekaligus berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi di provinsi ini.










