EQUATOR TV-TARAKAN, Kalimantan Utara – Gelar Adat Budaya Dumud terus menarik perhatian masyarakat. Memasuki hari keempat, Selasa (10/12/2024), acara yang digelar di Baloy Adat Telaga Keramat ini, kembali menampilkan berbagai penampilan seni suku Tidung.
Selain tari-tarian khas Tidung, malam ini menampilkan keunikan lain, berupa nyanyian berbahasa Tidung dan seni bela diri asli Tarakan.
Acara dibuka dengan Tari Adow Arba dari Rumah Panggung Pagun Tengara Arploration. Tarian ini mengisahkan ritual tolak bala yang dilakukan masyarakat setiap Rabu pagi selama bulan Safar. Ritual tersebut dilakukan dengan doa bersama untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT, sembari membawa sajian khas ketupat.
Selanjutnya, dilanjutkan penampilan dari Yayasan Lembaga Adat Budaya Dayak Tidung Bersatu, berupa seni bela diri asli Tarakan, Kuntaw Bawod.
Muhammad Dani, salah satu penampil, menjelaskan makna mendalam dari seni bela diri ini. “Kuntaw Bawod adalah seni bela diri suku Tidung yang berasal dari Kalimantan Utara. Kuntaw memiliki arti Kun sebagai wujud kodrat Allah, Taw mencerminkan tawaduk dalam Islam, yaitu rendah hati, tidak sombong, dan siap menerima segala sesuatu. Bawod artinya suatu ikatan yang merangkul pelosok daerah menjadi satu kesatuan,” jelas Dani.
Penampilan lainnya yang tak kalah menarik adalah Bekerangan Gambus Bedindang, sebuah nyanyian berbahasa Tidung yang dibawakan oleh Ibu Maria, diikuti tarian seperti Tari Jepin Iluk Gesinggau dari Bepakot Taka, Tari Bergulud oleh Gentari Paguntaka, Tari Ngejala dari SMP Negeri 7 Tarakan, dan Tari Benuanta oleh SMA Negeri 1 Tarakan.
Zalika dan Andika, perwakilan dari Iluk Gesinggau Tarakan, mengungkapkan kebanggaannya dapat kembali berpartisipasi untuk tahun ketiga. “Kami merasa bangga karena mempersiapkan semuanya secara mandiri, tanpa bantuan orang dewasa. Harapan kami, tahun depan kami bisa diundang lagi untuk memeriahkan Gelar Adat Budaya Dumud ini,” ucap mereka.
Sebagai penutup, seluruh peserta diajak menari bersama dengan Tari Jepin Pergaulan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Gelar Adat Budaya Dumud malam ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat melalui seni dan tradisi khas Tidung.










