EQUATOR TV- TARAKAN, Pada Jumat pagi (13/12/2024), Ditpolairud Polda Kaltara menggelar gladi bersih dan pengarahan, terkait pelaksanaan simulasi SAR (Search and Rescue) Gabungan, yang rencananya akan dilaksanakan pada Senin pagi (16/12/2024), di Mako Polairud, Tarakan.
Dengan mengambil tema laka kapal tenggelam dan terbakar, simulasi ini nantinya akan diikuti kurang lebih 60 orang peserta SAR Gabungan, yang berasal dari Satbrimob Polda Kaltara, RS.Bhayangkara, Polres Tarakan dan Basarnas Tarakan.
Dalam kegiatan ini, peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang akan melakukan uji coba dan praktek dilapangan, dengan melakukan pertolongan terhadap korban yang tenggelam di air (Water Rescue) dan kapal yang terbakar.
Simulasi ini nantinya diharapkan dapat berjalan sesuai prosedur dan standar SOP penyelamatan korban di air. Untuk itu, peserta dibekali dengan berbagai materi penyelamatan _Search and Rescue_, serta diharuskan untuk mempersiapkan diri dengan matang, agar dapat segera melakukan aksi pertolongan terhadap korban, bilamana mengalami resiko cidera, tak sadarkan diri, maupun meninggal.
Simulasi ini diharapkan menjadi langkah antisipasi bagi tim penyelamat dalam memberikan pertolongan kepada korban, guna mengurangi terjadinya resiko terkecil hingga terbesar yang dialami korban.
Hamsah, sebagai pemateri dari Basarnas dalam pengarahan kali ini menjelaskan soal kemampuan dasar yang wajib dikuasai peserta, untuk bisa menolong korban dalam air. “Tim penyelamat harus punya teknik berenang yang menjadi teknik dasar wajib dalam penyelamatan di air atau (water rescue). Salah satu contoh penyelamatan terhadap korban yang tenggelam di air dan jauh dari jangkauan kapal atau dermaga, adalah dengan meraih korban dan menjangkaunya ke tempat yang dangkal.” ucap Hamsah.
Korban dengan tim penyelamat, harus menggunakan alat bantu pelampung (life jacket). Peningkatan rasa aman tersebut menjadi salah satu resiko kecil, agar korban yang tenggelam dapat terselamatkan (IK).










