EQUATOR-TV, YOGYAKARTA -Yogyakarta menjadi tujuan awal dan saksi penting bagi kunjungan Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI ke beberapa lembaga Taman Anak Sejahtera (TAS) yang ada di Indonesia pada Sabtu pagi (18/01/24), yang kali ini diawali dari Provinsi DI.Yogyakarta.
Kunjungan ke beberapa TAS di Yogyakarta, yakni TAS Nur Saba, TAS Beringharjo, dan TAS An Nur Srimpi ini, bertujuan untuk memahami lebih dalam perihal pelaksanaan program pengasuhan balita dan anak yang ada di TAS, serta melakukan identifikasi kebutuhan yang mendesak, dan menggali tantangan yang dihadapi selama ini dalam pelaksanaan TAS.
Dari hasil kunjungan ini, Kemensos RI yang didampingi oleh rombongan Forum FKN TAS ini, selanjutnya berencana untuk memperluas kunjungan serupa ke beberapa provinsi lainnya di Indonesia, yang nantinya akan menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan TAS di seluruh daerah berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Forum FKN TAS Indonesia, Hj.Alifatun Mardiyah, S.Pd.I, M.Pd, usai kunjungannya. “Kemensos RI melalui Direktorat Anak akan melakukan Pemetaan TAS yang ada di seluruh Indonesia. Diharapkan pendataan yang akan diluncurkan pada tahun 2025 ini, dapat diisi dengan lengkap dan cepat oleh setiap pengelola TAS yang ada,” ujar Mardiyah.
Selain itu, Mardiyah juga menyampaikan bahwa, “Kemensos RI juga akan melakukan reaktivasi Forum TAS Nasional, di tingkat provinsi, hingga kabupaten, guna memperkuat koordinasi dan kerjasama antar lembaga. Dan juga melakukan pembaruan Permensos No.2 Tahun 2012, dengan melakukan revisi terhadap Permensos lama, untuk disesuaikan dengan kebutuhan terkini. Setelah diterbitkan, standar pelaksanaan TAS juga akan disusun sebagai pedoman bagi seluruh lembaga TAS yang ada di Indonesia,” imbuhnya.
Lebih jauh lagi, kunjungan Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI kali ini, juga difokuskan pada pengumpulan data terkait kebutuhan dan kendala yang dihadapi lembaga TAS dalam menjalankan program pengasuhan. Langkah ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan di TAS dan memberikan dampak positif bagi anak-anak yang menjadi penerima manfaat.
Dengan kolaborasi erat antara Kemensos RI dan para pengelola TAS, nantinya diharapkan mimpi untuk menciptakan lingkungan pengasuhan balita dan anak secara lebih baik, akan semakin mendekati kenyataan. Pasca kunjungan ini, FKN TAS sangat berharap seluruh TAS yang ada di Indonesia, turut mendukung rencana pendataan dan pemetaan ini, dalam upaya membangkitkan kembali TAS-TAS yang ada di Indonesia.(RK)










