EQUATOR-TV, TANJUNG SELOR – Para petani di daerah Karang Jenawi, Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), belakangan mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Kelangkaan ini menjadi masalah serius bagi mereka, karena berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Tanpa pasokan pupuk yang cukup, hasil panen menurun dan kualitas tanaman menjadi kurang optimal. Kondisi ini membuat petani semakin kesulitan untuk bertahan, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi dan ketidakpastian cuaca.
Rudi, seorang petani sayur di daerah tersebut, turut merasakan dampak dari sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Dalam wawancaranya dengan tim liputan pada Jumat siang (31/01/2025), ia mengungkapkan bahwa sejak masih bujangan, dirinya telah menekuni dunia pertanian. Hingga saat ini, ia masih mengandalkan modal sendiri untuk mengembangkan usahanya. Menurutnya, pertanian adalah pekerjaan yang membutuhkan banyak biaya, termasuk untuk membeli pupuk, benih, serta perawatan tanaman. Tanpa subsidi pupuk, beban yang harus ditanggung petani semakin berat.
Rudi juga menyoroti bahwa selama ini pupuk bersubsidi hanya bisa diperoleh melalui kelompok tani, bukan secara pribadi. Hal ini membuat distribusinya terkadang tidak merata dan sulit dijangkau oleh petani kecil yang bekerja secara mandiri. Ia berharap Pemprov Kaltara, memperhatikan kebijakan subsidi pupuk dan memperbaiki mekanisme distribusinya, agar lebih adil dan mudah diakses oleh semua petani. Menurutnya, keberadaan pupuk bersubsidi sangat membantu petani dalam mengurangi biaya produksi sehingga mereka bisa tetap bertani dengan lebih baik.
Masalah pupuk bersubsidi, bukan hanya dirasakan oleh Rudi, tetapi juga oleh banyak petani lain di wilayah tersebut. Mereka berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Kaltara dan pihak terkait, untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah memperbanyak titik distribusi pupuk bersubsidi dan memastikan stoknya selalu tersedia. Selain itu, transparansi dalam pendistribusian pupuk juga perlu ditingkatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Selain pupuk bersubsidi, petani juga berharap pemerintah memberikan bantuan lain seperti racun hama, bibit sayur, dan dukungan lain yang dapat meringankan biaya pertanian. Mereka menilai bahwa pertanian yang didukung dengan bantuan yang memadai akan meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani. Dengan adanya subsidi yang lebih luas, mereka dapat terus mengembangkan pertanian mereka dan menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut. Jika masalah ini terus berlanjut tanpa solusi yang jelas, dikhawatirkan semakin banyak petani yang kesulitan bertahan dan produksi pertanian di Bulungan akan menurun.(DK)










