EQUATOR TV, TARAKAN – Musyawarah Besar (Mubes) ke-5 hari ini (16/02/25) sukses digelar Paguyuban Keluarga Jawa (Pakuwaja) Kota Tarakan di Gedung Wisma Patra.
Dengan bertemakan “Menguatkan Silaturahmi dan Budaya Jawa di Kota Tarakan”, Mubes dihadiri ratusan anggota dan keluarga besar Pakuwaja, serta tokoh masyarakat dan pemerintah.
Acara ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antar anggota Pakuwaja, sekaligus wadah pelestarian budaya tradisi Jawa, di tengah keberagaman budaya yang ada di Kota Tarakan.
Ketua Pakuwaja Kaltara, H.Saimin, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya musyawarah sebagai wadah berbagi ide dan merencanakan program kerja yang bermanfaat bagi anggota, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan pelestarian budaya.
Kegiatan budaya, berupa pentas seni tradisional, tari Jawa, serta kuliner khas Jawa, mewarnai suasana Mubes hari ini. Kehadiran tokoh budaya dan Pemerintah Kota, menambah harapan bagi Pakuwaja, untuk turut berperan dalam pembangunan sosial dan budaya di kota ini, dengan komitmennya untuk terus memperkuat silaturahmi antar anggota, lewat berbagai kegiatan rutin yang melibatkan orang tua, generasi muda hingga anak-anak.
Dalam wawancaranya, Ketua Panitia Mubes 5, Ahmad Samsudin menyampaikan, bahwa “Mubes diadakan setiap empat tahun sekali dan kali ini akan memilih kepengurusan baru periode 2025-2030. Selama musyawarah ini, berbagai agenda penting seperti laporan kepengurusan Pakuwaja periode 2020-2025, serta pemilihan ketua baru akan dibahas. Hari ini masih merupakan opening ceremony, sedangkan sidang pleno akan dilanjutkan untuk pemilihan dan pembahasan lebih lanjut. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap silaturahmi antar anggota semakin erat, dan budaya Jawa terus berkembang di tengah masyarakat Tarakan, “ujar Ahmad.
Saat ini, Pakuwaja Tarakan tercatat telah memiliki 42 Soko, yang berada di bawah naungannya, ditambah dengan sesepuh dan Dewan Pertimbangan yang masing-masing memiliki hak suara.
Dengan berakhirnya Musyawarah Besar ke-5 ini, diharapkan Pakuwaja dapat semakin solid dalam memperkuat komunitas Jawa di Kota Tarakan. Mubes ini menjadi bukti semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Jawa yang terus terjaga, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Tarakan. Harapannya, acara seperti ini dapat terus digelar setiap tahunnya, guna memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan antarwarga dari berbagai latar belakang. (IK)










