EQUATOR TV, TARAKAN — Kawasan wisata Hutan Mangrove Tarakan, Senin malam (05/05/2025) kembali dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan Pesta Rakyat Bangayo 2025.
Gelaran pesta rakyat yang mengangkat tema “Harmoni Dalam Keberagaman, Semangat Dalam Persatuan” ini, merupakan perayaan tahunan yang mengangkat kearifan lokal, kebudayaan, dan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Utara, yang digelar sejak 03 Mei hingga 10 Mei 2025.
Dengan latar belakang suasana hutan mangrove, pesta rakyat kali ini menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, perlombaan, bazar UMKM lokal, serta pameran kuliner modern maupun khas daerah. Tak hanya kuliner, tarian etnik dan musik tradisional, hingga pentas teater budaya pun, juga turut ditampilkan, sebagai bentuk apresiasi dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah. Dimana pelestarian lingkungan dan budaya, adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari identitas lokal.
Donna Amelia, selaku Ketua Panitia Pesta Rakyat Bangayo, dalam wawancaranya menyebutkan tujuan gelaran ini. “Acara ini digagas sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan budaya sekaligus mendukung potensi ekonomi lokal. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari membludaknya pengunjung di Pasar Rakyat Bangayo,” ujar Donna.
“Kami berharap pemerintah bisa menyediakan lahan, agar event seperti ini terus berjalan tanpa beban biaya tinggi. UMKM sangat terbantu, dan perputaran ekonomi kota juga ikut meningkat”, imbuh Donna.
Pesta Rakyat kali ini berbeda dengan gelaran yang lain, dimana acara kali ini adalah bentuk keberagaman budaya dari berbagai daerah, seperti Dayak, Bugis, Gorontalo. Semuanya ditampilkan dalam satu panggung. Panitia berharap, kegiatan ini terus mendapat dukungan dan tidak hanya berhenti sampai di sini saja, namun menjadi agenda rutin digelar setiap tahunnya.
Pesta Rakyat ini direncanakan akan ditutup dengan pertunjukan kembang api dan konser musik, yang merupakan kolaborasi antara musisi lokal dan nasional. (IZ)










