EQUATOR-TV, BULUNGAN – Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memulai Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Polresta Bulungan. Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan gizi pelajar di seluruh Indonesia.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Diana Risawaty, S.P, MAP, menyampaikan bahwa mekanisme penyediaan bahan makanan untuk program SPPG harus memenuhi prinsip bergizi, berkualitas, serta terjangkau dalam jangka panjang. Program ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari edaran Menteri Dalam Negeri yang menginstruksikan setiap kabupaten/kota untuk membentuk unit SPPG.
“SPPG merupakan program pemenuhan kebutuhan makan bergizi bagi anak-anak sekolah. Satu unit SPPG dirancang untuk melayani sedikitnya 3.000 peserta didik. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, Kabupaten Bulungan yang memiliki sekitar 15.600 siswa membutuhkan paling tidak lima unit SPPG,” jelas Diana kepada Tim Liputan.
Saat ini, satu unit SPPG telah berdiri di Markas Polresta Bulungan dan melayani Sekolah-Sekolah Dasar di sekitarnya. Untuk mencukupi kebutuhan, masih dibutuhkan empat unit tambahan. Adapun wilayah yang menjadi prioritas pembentukan selanjutnya meliputi Tanjung Selor, Tanjung Palas Timur, dan Tanjung Palas Utara.
“Penetapan lokasi pembangunan dapur makan bergizi selanjutnya akan mempertimbangkan ketersediaan lahan pemerintah daerah yang dapat dipinjam pakaikan kepada Badan Gizi Nasional, seperti halnya lokasi saat ini” tambahnya.
Lebih lanjut, Diana Risawaty menekankan bahwa dapur makan bergizi ini tidak hanya berfungsi untuk pemenuhan gizi, tetapi juga berkontribusi besar dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Seluruh kebutuhan bahan makanan akan dipasok dari hasil produksi petani lokal.
“Operasional dapur berlangsung lima hari dalam sepekan, sehingga ketersediaan bahan pangan harus rutin dan berkelanjutan. Ini akan menciptakan permintaan tetap bagi petani lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, khususnya sebagai tenaga masak. Tentu tidak mungkin kita mengambil dari luar daerah,” tegasnya.
Kedepan, program ini juga akan diperluas ke wilayah lainnya seperti Tarakan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung, dengan tetap mengacu pada kebutuhan peserta didik dan kesiapan infrastruktur.
Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, program SPPG diharapkan mampu menjadi pondasi kuat dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif, sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan (AY).










