EQUATOR-TV, TARAKAN – Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LIII Sesko TNI Tahun Ajaran 2025 secara resmi menerima pembekalan dari jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, dan Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa pagi (20/5/2025) di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan.
Pembekalan ini menjadi momen penting pelaksanaan KKDN di wilayah perbatasan, yang bertujuan meningkatkan pemahaman para Perwira Siswa (Pasis) terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan keamanan di daerah perbatasan, serta memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan nasional.
Marsekal Pertama TNI Setiawan, S.E., M.M., selaku Direktur Umum Sesko TNI dan pimpinan rombongan, hadir secara langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasinya pada seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda Kaltara atas dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan KKDN ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran Forkopimda, Kapolda, serta Danrem 092/Maharajalila atas kesediaannya menerima dan mendukung kegiatan KKDN Pasis Dikreg 53 Sesko TNI Tahun Ajaran 2025,” ungkap Marsma TNI Setiawan saat membuka kegiatan secara resmi.
Turut hadir juga dalam kegiatan ini perwakilan Forkopimda Kaltara, Kapolda Kaltara diwakili oleh Wakapolda, sementara Danrem 092/Maharajalila diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem). KKDN tahun ini diikuti oleh 212 Pasis berpangkat Kolonel dan Komisaris Besar Polisi (Kombes). Menariknya, delapan di antaranya merupakan Pasis dari negara sahabat, seperti Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Australia, dan India, yang menjadi bagian dari kerja sama pertahanan strategis antarnegara.
Mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Wilayah Perbatasan sebagai Garda Terdepan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan, Stabilitas Ketahanan, dan Kesejahteraan Masyarakat”, Marsma TNI Setiawan menekankan bahwa tema tersebut tidak hanya menggambarkan tantangan strategis yang dihadapi bangsa, tetapi juga mencerminkan komitmen TNI dan Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat. “Tema ini mencerminkan bahwa pembangunan perbatasan bukan semata kepentingan lokal, melainkan bagian dari upaya strategis dalam menjaga keutuhan wilayah negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., turut memberikan pembekalan kepada para peserta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi wilayah perbatasan Kaltara. “Terdapat delapan permasalahan pokok yang masih menjadi perhatian utama di wilayah perbatasan, yaitu akses jalan, listrik, telekomunikasi, aktivitas ilegal, keamanan, ekonomi masyarakat, air bersih, serta kesehatan dan pendidikan,” ungkap Bustan.
Menurutnya, permasalahan tersebut memerlukan perhatian dan kerja sama lintas sektor agar dapat mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan, yang sekaligus akan mendukung stabilitas nasional. “Dari berbagai teori pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan wilayah perbatasan bukan sekadar upaya pemerataan. Ini adalah bagian integral dari strategi pertahanan nasional,” ujarnya. “Dengan membangun dari pinggiran, negara tidak hanya menunjukkan kehadirannya, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan nasional secara menyeluruh,” tegasnya menutup pembekalan.
Pelaksanaan KKDN Pasis Sesko TNI di Kalimantan Utara ini diharapkan mampu memberikan pengalaman lapangan bagi para Pasis, serta memperkuat integrasi antara aparat pertahanan dan pemerintah daerah dalam membangun Indonesia dari wilayah perbatasan (VT).










