EQUATOR-TV, TARAKAN – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni menjadi momentum penting untuk memperlihatkan keseriusan masyarakat dalam melawan peredaran narkoba. Hal dibuktikan lewat kegiatan donor darah, yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara (BNNP) bersama BNNK Tarakan, pada Kamis pagi (19/6/2025), bertempat di halaman Gedung BNNK Tarakan.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata keprihatinan BNN terhadap dampak negatif narkotika yang semakin mengkhawatirkan ini, berlangsung sejak pk.08.00 pagi di halaman kantor BNNK Tarakan. Tampak hadir Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., dan Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik, S.E, serta perwakilan dari 14 instansi terkait lainnya.
Dalam pidato sambutannya, Tatar menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai simbol perlawanan terhadap narkoba dan sejarah peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang diprakarsai oleh UNODC pada tahun 1988. “Dengan kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan hari anti narkotika, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merenungkan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkotika. Kita berharap masyarakat Kalimantan Utara dapat memiliki kesadaran dan daya tangkal terhadap pengaruh narkotika,” ungkap Tatar.
Partisipasi dari berbagai instansi, termasuk Lantamal, Lanud, Polres Tarakan, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, serta Dinas Perhubungan Tarakan, menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam upaya memerangi narkoba di Kaltara. Lewat kegiatan donor darah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, baik dalam meningkatkan kepedulian sosial maupun memberikan donor darah bagi yang membutuhkan. Usai donor darah, para peserta turut menikmati makan bersama, yang dimaknai sebagai upaya mempererat kebersamaan dan soliditas antar instansi dalam menghadapi tantangan peredaran narkoba.
Harapan terbesar dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika dan mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam memerangi dampak negatif yang ditimbulkan. Dengan refleksi dan kebersamaan, diharapkan generasi penerus dapat terhindar dari jeratan narkoba yang menghancurkan, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat (RS).










