EQUATOR-TV, TARAKAN – SDN 005 di Kampung 1 menjadi target pencurian pada Senin dini hari (7/7/2025), dimana pelaku berhasil mengambil sejumlah barang berharga dari sekolah.
Muhammad Firmansyah, bendahara sekolah yang mewakili kepala sekolah SDN 005, mengungkapkan kronologi kejadian, dalam wawancaranya pada Selasa (8/7/2025). “Pencuri mengambil satu tablet dan beberapa amplop uang dari koperasi, yang berasal dari uang koperasi dan infak sekolah. Total kerugiannya kurang lebih 15 juta rupiah,” jelas Muhammad.
Menurut keterangan yang didapat, pelaku memasuki sekolah dengan cara yang cukup licik. Ia memutari area sekolah dan masuk dari sisi lain bangunan, lalu membobol pintu ruang koperasi. Setelah itu, pencuri tersebut berpindah ke ruang guru sebelum kembali lagi ke ruang koperasi untuk mengambil barang-barang lainnya.
“Kami melihat semua ini dari rekaman CCTV. Pelaku tampak sangat berhati-hati, bahkan mengelap barang-barang yang dipegangnya agar sidik jarinya tidak bisa dilacak. Ia juga mengenakan penutup kepala untuk menyamarkan identitasnya dari kamera,” lanjutnya. Meski sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, Muhammad tetap berharap ada tindak lanjut yang cepat. “Kami sudah koordinasi dengan pihak berwenang, dan kami sedang menunggu hasil kelanjutannya,” tuturnya.
“Saya berharap ada efek jerah bagi orang-orang seperti ini. Mungkin mereka terdesak oleh faktor ekonomi, tetapi cara mereka tidak dapat dibenarkan. Jika pelaku dapat ditangkap dan ditindak secara hukum, itu akan sangat baik.” Namun, ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah akan mengikhlaskan barang-barang yang telah dicuri. “Kalau barang-barang itu sudah terlanjur hilang, ya kami mungkin akan mengikhlaskan. Cuma, yang terpenting adalah pelakunya bisa ditangkap dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Kedepan, SDN 005 berencana untuk memperketat keamanan di lingkungan sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang. Dengan perhatian yang lebih terhadap sistem keamanan, diharapkan para siswa dan staf dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas belajar mengajar (RS).










