Equator TV
  • Profil
    • Introduction
    • Visi Dan Misi
    • Pimpinan Equator TV
    • Office & Studio
  • Berita
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Malinau
    • Nunukan
    • Kaltara
  • Program
    • Cakrawala Pagi
    • Cakrawala Siang
    • Cakrawala Malam
    • Makan Bah !
    • Catatan Bung Boni
    • E-Morning
    • EYD (Equator Young Discussion)
    • Reskrim
    • Info Sehat
    • Headline News
    • Lensa Publik
    • SOS (Song Of Style)
    • Wawasan Nusantara
  • Live Streaming
No Result
View All Result
LIVE STREAMING
equatortv
  • Profil
    • Introduction
    • Visi Dan Misi
    • Pimpinan Equator TV
    • Office & Studio
  • Berita
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Malinau
    • Nunukan
    • Kaltara
  • Program
    • Cakrawala Pagi
    • Cakrawala Siang
    • Cakrawala Malam
    • Makan Bah !
    • Catatan Bung Boni
    • E-Morning
    • EYD (Equator Young Discussion)
    • Reskrim
    • Info Sehat
    • Headline News
    • Lensa Publik
    • SOS (Song Of Style)
    • Wawasan Nusantara
  • Live Streaming
No Result
View All Result
Equator TV
No Result
View All Result
  • Terkini!
  • Kaltara
  • Nasional
  • Live Streaming

Mengerikkan! Jejak Bahan Kimia Pasca Tragedi Kanjuruhan

October 12, 2022
Reading Time: 2 mins read
Mengerikkan! Jejak Bahan Kimia Pasca Tragedi Kanjuruhan
Share on FacebookShare on Twitter

Dampak terkena gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan masih membekas terhadap korban yang masih hidup.
Fabianca Cheendy Chairun Nisa dan Nur Saguanto adalah korban tragedi kanjurhan. Jejak bahan kimia masih tersisa di mata keduanya.

Ibunda Chairun Nisa menyampaikan bahwa ketika menemui Nisa di puskesmas, dirinya kaget melihat kondisi anak pertamanya itu. Mata Nisa berwarna hitam. “Bengkak di sekitar matanya. Matanya itu hitam warnanya, putih-putihnya kelihatan sedikit. Sekarang ini masih mending,” Ungkapnya.

Baca Juga

Wagub Kaltara Dorong Perusahaan Kian Aktif Bantu Masyarakat

Wagub Kaltara Dorong Perusahaan Kian Aktif Bantu Masyarakat

September 22, 2026
Binmasair Sapa Anak Pesisir, Bangun Kedekatan Lewat Kepedulian

Binmasair Sapa Anak Pesisir, Bangun Kedekatan Lewat Kepedulian

September 22, 2026

Disisi lain, Saguanto yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu tidak merasakan apa pun. Matanya tidak perih dan dadanya tidak sesak. “Yang paling aneh ya di dada saya ini, Mas, ngebentuk tas selempang yang saya pakai. Tidak sakit, tapi gosong gitu,” tuturnya.
Ibunya menerangkan, menurut dokter yang merawat di rumah sakit, mata merah dan pembengkakan di sekitarnya terjadi karena ada bahan kimia yang masuk. Untuk luka lain, dokter tidak bisa menjelaskan lantaran anak pertamanya itu sama sekali tidak ingat apa yang terjadi karena pingsan.

Luka gosong yang dialami Saguanto ternyata juga terjadi pada salah seorang korban meninggal dunia di pintu 13, Natasha Debi.
Ketika memandikan jenazah Natasha, dada anak sulungnya itu gosong, Tuturnya. Wajahnya membengkak. “Di hidungnya masih keluar darah. Tidak merah, tapi pink warna darahnya,” jelasnya. Selain itu, mulutnya masih bau amonia. Ia makin yakin jika yang ditembakkan polisi di tribun selatan tersebut bukan sekadar gas air mata. “Saya beberapa kali kena gas air mata, tidak seperti ini efeknya,” tegasnya.

Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyampaikan perlu diinvestigasi benarkan gas air mata yang digunakan tersebut telah melewati batas kelayakan pemakaian. “Kalau iya,tetap perlu evaluasi,” jelasnya.
Menurutnya, terkait gas air mata sebenarnya merupakan standar normal kepolisian di seluruh dunia. Militer malah tidak memiliki gas air mata tersebut. “Ini senjata yang digunakan untuk melumpuhkan, tapi tidak mematikan seperti di militer. Seharusnya seperti itu,” tuturnya. Namun begitu, lanjutnya, problem utamanya adalah profesionalisme petugas di lapangan. Diketahui bahwa Kapolres telah menginstruksikan untuk tidak menggunakan kekerasan secara berlebihan. “Bahkan mengaku tidak memerintahkan penembakan gas air mata,”terangnya.

Gas Air Mata Kedaluwarsa.
Mabes Polri mengakui sejumlah gas air mata yang digunakan aparat dalam insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10) malam lalu telah kedaluwarsa atau melewati batas masa guna.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan sejumlah gas tersebut telah kedaluwarsa sejak 2021.

elain itu, katanya, gas air mata yang telah kedaluwarsa justru mengalami penurunan dari segi fungsi. Sehingga, fungsi gas air mata yang telah kedaluwarsa bisa tak lagi efektif.

Menurut Dedi, aparat kepolisian saat itu menggunakan tiga jenis gas air mata. Masing-masing jenis memiliki perbedaan skala dampak jika ditembakkan.

“Saya belum tahu jumlahnya tapi masih didalami oleh Labfor tapi ada beberapa. Tapi sebagian besar yang digunakan adalah tiga jenis ini,” kata jenderal bintang dua.

Post Views: 75

EQUATOR TV

REDAKSI

REDAKSI

Baca Lainnya

Wagub Kaltara Dorong Perusahaan Kian Aktif Bantu Masyarakat
Berita

Wagub Kaltara Dorong Perusahaan Kian Aktif Bantu Masyarakat

September 22, 2026
Binmasair Sapa Anak Pesisir, Bangun Kedekatan Lewat Kepedulian
Berita

Binmasair Sapa Anak Pesisir, Bangun Kedekatan Lewat Kepedulian

September 22, 2026
6 Raperda Bulungan Rampung, Siap Jadi Payung Hukum Pembangunan
Berita

6 Raperda Bulungan Rampung, Siap Jadi Payung Hukum Pembangunan

September 22, 2026
Satu Pos, Satu Kepedulian, Polisi RW dan Warga Sinergi Ciptakan Rasa Aman
Berita

Satu Pos, Satu Kepedulian, Polisi RW dan Warga Sinergi Ciptakan Rasa Aman

September 21, 2026
Hari Libur, Polairud Kaltara Hadirkan Perpustakaan Terapung untuk Anak-anak Pesisir Sedadap
Berita

Hari Libur, Polairud Kaltara Hadirkan Perpustakaan Terapung untuk Anak-anak Pesisir Sedadap

September 20, 2026
Polairud Kaltara Amankan Pelabuhan dan Objek Wisata Bahari
Berita

Polairud Kaltara Amankan Pelabuhan dan Objek Wisata Bahari

September 19, 2026
Next Post
Ijazah Presiden Joko Widodo

Isu Ijazah Palsu Jokowi, UGM Bersuara dan Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

  • Berita
  • Home
  • Introduction
  • Live Streaming
  • Office & Studio
  • Pedoman Media Siber
  • Pimpinan Equator TV
  • Program
  • Standar Pelindungan Wartawan
  • Terkini!
  • Visi Dan Misi
Contact Person: 0821-5830-3099

© 2026 EQUATOR TV

No Result
View All Result
  • Profil
    • Introduction
    • Visi Dan Misi
    • Pimpinan Equator TV
    • Office & Studio
  • Berita
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Malinau
    • Nunukan
    • Kaltara
  • Program
    • Cakrawala Pagi
    • Cakrawala Siang
    • Cakrawala Malam
    • Makan Bah !
    • Catatan Bung Boni
    • E-Morning
    • EYD (Equator Young Discussion)
    • Reskrim
    • Info Sehat
    • Headline News
    • Lensa Publik
    • SOS (Song Of Style)
    • Wawasan Nusantara
  • Live Streaming

© 2026 EQUATOR TV