EQUATOR-TV.COM , REQnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang menyeret nama mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo (FS) membuat runyam hingga merosotnya kepercayaan publik terhadap Polri.
“Begitu ada peristiwa FS runyam semuanya dan jatuh ke angka paling rendah, dulu dibandingkan institusi penegak hukum yang lain tertinggi, sekarang saudara-saudara harus tau menjadi yang terendah,” kata Jokowi dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu 16 Oktober 2022.
Mantan wali kota solo itu menyebut jika tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Polri pada November 2021 terbilang tinggi mencapai 80,2 persen. Tetapi kemudian pada Agustus 2022 merosot hingga angka 54 persen.
Ia pun meminta agar seluruh jajaran Polri bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Jatuh, terus terang itu rendah sekali. Itulah pekerjaan berat yang saudara-saudara harus kembalikan untuk kepercayaan masyarakat kepada Polri di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini,” lanjutnya.
Jauh sebelum itu, Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja Polri terkait dengan target percepatan vaksinasi Covid-19, sehingga wabah tersebut dapat terkendali.
“Kerja keras itu dan hasilnya juga sangat signifikan sampai hari ini yang mendorong paling kuat memang dari Polri telah 440 juta dosis telah disuntikan ke masyarakat,” lanjutnya.
Setelah menggenjot percepatan vaksinasi Covid-19, perekonomian negara pun bisa tumbuh lebih baik hingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
“Hasilnya pandemi Covid-19 mereda dan hasilnya ekonomi bisa tumbuh 5,44 persen dan hasilnya indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu,” ujarnya.
Diketahui, dalam kasus tewasnya Brigadir J tersebut menyeret sejumlah nama yang dijadikan tersangka. Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Bharada Eliezer.
Selain itu, juga terdapat tujuh orang tersangka dugaan obstruction of justice dalam kasus tersebut. Mereka adalah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan (HK), Kombes Agus Nurpatria (ANP), AKBP Arif Rahman (AR), Kompol Chuk Putranto (CP), Kompol Baiquni Wibowo (BW) dan AKP Irfan Widyanto (IW).***
Disadur dari www.reqnews.com










