EQUATOR-TV.COM , REQnews – Sejak kembali mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021 lalu, Taliban terus menerapkan hukum Islam yang ekstra ketat kepada warga di negara tersebut.
Dalam pernyataan terbaru, Taliban menegaskan bahwa tidak ada tawar-menawar dalam menegakkan hukum Islam dan prinsip-prinsip syariah.
Taliban telah melakukan sejumlah eksekusi publik, cambuk hingga rajam kepada siapapun yang dinyatakan bersalah serta melanggar hukum Islam.
Hal ini tentu tidak sesuai dengan janji Taliban di awal-awal saat mereka kembali berkuasa atas Afghanistan.
Kala itu, Taliban berjanji untuk membentuk pemerintahan yang moderat, serta menjamin hak-hak perempuan. Mereka juga berupaya membuka hubungan dengan negara-negara Barat.
Namun, Taliban dihujani kritik masyarakat internasional, karena diskriminasi terhadap hak perempuan dan kelompok minoritas yang semakin menjadi-jadi.
Mengutip Washington Post, Jumat 18 November 2022, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, sang pemimpin yakni Hibatullah Akhunzada telah bertemu dengan hakim Taliban beberapa hari yang lalu. Mereka diinstruksikan untuk menerapkan hukum syariah dalam setiap putusan.
“Emirat Islam berkomitmen untuk menerapkan semua hukum syariah sejak hari pertama,” ujar Mujahid.
Video dan foto pejuang Taliban yang menghukum orang karena berbagai pelanggaran sering muncul di media sosial dalam 15 bulan terakhir, meskipun para pejabat tidak pernah mengonfirmasi insiden ini.
Di provinsi Bamiyan, seorang pria dan wanita muda ditangkap dan dicambuk di depan umum masing-masing 39 kali. Seorang saksi yang tinggal di daerah tersebut menyatakan hukuman ini diberlakukan karena mereka diduga memiliki hubungan di luar nikah.***(08)
Disadur dari www.reqnews.com










