EQUATOR TV – TARAKAN Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara gelar kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan Dan Pembinaan Kabupaten/Kota-Tanggap Ancaman Narkoba, pada Rabu pagi (22/06/2024), bertempat di Hotel Tarakan Plaza.
Rapat terbatas yang dihadiri perwakilan dari BNN Kota Tarakan,
Dinas Pendidikan, BKKBN, PUSPA Tarakan, United Tractor, PWI Tarakan, serta Para Camat dan Lurah di lingkungan Tarakan ini, diawali dengan pemaparan materi terkait Narkoba dari Kepala BNNP Kaltara-Brigjen.Pol.Hisar Siallagan, S.I.K.
“Kalau unsur pemberantasan, sifatnya itu hanya 1/5 saja. Soal “mematikan pasar” itu, yang prosentasenya lebih besar, yaitu mencapai 4/5 nya”, ujar jendral bintang satu yang dikenal cukup berpengalaman di bidang reserse ini.
Tarakan sebagai kota perbatasan, menjadi sasaran utama masuknya narkoba via Tawau, Malaysia, yang juga merupakan bagian dari “sebuah desain”, ditambah lagi rendahnya kesadaran masyarakat. Untuk itu gerakan bersama masyarakat, melalui P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), sangatlah diperlukan. Terlebih lagi Indonesia masuk dalam daftar 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia, sehingga Indonesia menjadi target mudah bagi penyebaran narkoba.
Dalam rapat ini, dibahas pentingnya gerakkan P4GN. Namun dikarenakan keterbatasan anggaran, BNNP Provinsi Kaltara saat ini hanya dapat memfokuskan pada 2 desa saja melalui program Desa Bersinar-nya, dari 300 desa yang ada di Kalimantan Utara ini. “Makanya sinergy dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi sebuah keniscayaan. BNNP tidak bisa bekerja sendiri tanpa dibantu masyarakat dan instansi lain karena terbatasnya anggaran”, imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, hadir juga perwakilan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Utara-Abigail Tulak, SE., M.A.P, yang juga menyampaikan paparannya. Usai pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi terkait berbagai kebijakan dan penganggaran pemerintah, hingga soal penerbitan Perda tentang Narkoba, khususnya bagi Kota Tarakan, sebagai satu-satunya kota di Kaltara yang hingga saat ini belum juga menerbitkannya.
Acara ditutup dengan pemaparan oleh Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kaltara-Joni Effendi A.Md.,Kep, dan pengisian formulir pemetaan identifikasi permasalahan narkoba oleh para peserta yang hadir.










