EQUATOR-TV, TARAKAN – Aksi demo yang melibatkan sekitar 17 organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Peduli Demokrasi digelar pada Jumat pagi (23/08/2024) sejak pukul 09.30 WITA.
Aksi yang memulai longmarcknya dari Stadion Datu Adil, berjalan menuju Kantor Wali Kota ini, berlangsung damai walaupun awalnya sempat terjadi aksi dorong antara pihak kepolisian dan para demonstran.
Para demonstran menghendaki masuk ke area Kantor Wali Kota Tarakan, namun dihalangi para petugas kepolisian, mengingat di Kantor Wali Kota saat ini sedang berlangsung acara pelantikan DPRD Kota Tarakan.
Sejumlah tuntutan yang mereka suarakan adalah:
Tuntutan aksi, diantaranya:
a. Mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk mematuhi Putusan MK nomor 60/PUU-XXI/2024 dan nomor 70/PUU-XXII/2024 tanggal 20 Agustus 2024 dalam menyusun RUU Pilkada;
b. Menuntut seluruh Ketua Umum Partai Politik untuk mengedepankan, menjunjung tinggi, & menjalankan Public Virtue serta nilai2 demokrasi substansial;
c. Mendesak KPU paling lambat 23 Agustus sudah mengeluarkan PKPU sesuai keputusan MK dan tuntutan masyarakat;
d. Menuntut Pemerintah dan DPR RI untuk berpihak kembali kepada rakyat, dan menjalankan tugasnya sesuai sumpah jabatan.
e. Mendesak DPRD Kota Tarakan ikut andil dalam penyelesaian masalah di Kota Tarakan. Antara lain: Pelayanan Publik PLN, Kesejahteraan Pembudidaya Rumput Laut, Kesejahteraan Petani Tambak, Eksploitasi Anak, Pengelolaan Pemeliharaan Sampah, Sengketa Lahan di Kel. Pantai Amal, Legalitas Tempat Hiburan Malam (THM).
Pihak kepolisian sempat menyemburkan watercannon untuk menghalau para demonstran, yang masih menginginkan untuk bisa masuk ke area Kantor Wali Kota Tarakan.
Demo ini hingga berita ini direlease masih terus berlangsung, dengan terus dilakukan negosiasi antara pihak aparat kepolisian dan para demonstran, agar segera membubarkan diri.










