EQUATOR-TV, TARAKAN Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar)
Kota Tarakan, kembali ambil peran dalam upaya pelestarian budaya. Kali ini, Disbudporapar Tarakan menggelar “Pameran Temporer”, pada 20-21 September 2024, dengan tema “Lingkungan Dan Jejak Kampung Lama Tarakan”, bertempat di Museum Sejarah Tarakan, Kampung Empat, Tarakan-Kalimantan Utara.
Pameran Temporer yang diresmikan Wali Kota Tarakan, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat-Alias, SKM., M.Kes pada Jumat malam (20/09/2024) ini, menampilkan beragam koleksi yang tak hanya menarik, tapi punya nilai pendidikan dan pelestarian budaya, yang sangat penting untuk generasi muda, agar lebih mengenal warisan nenek moyang kita.
“Saya mengajak masyarakat Kota Tarakan untuk berkunjung ke pameran ini, untuk mendalami budaya kita. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk melestarikan budaya dan sejarah di kota kita”, ujar Alias dalam sambutannya.
Lebih jauh lagi, Panitia juga menjelaskan tujuan digelarnya pameran kali ini, adalah sebagai layanan informasi bagi para pengunjung museum tentang literasi topomini kampung-kampung mini yang ada di Kota Tarakan, serta pengenalan terhadap sejarah kota ini. Dimana, pameran secara umum memiliki dua lingkup, yaitu Pameran Tetap, yang merupakan pameran tetap yang ada di gedung museum saat ini, serta Pameran Temporer, yang sifatnya temporer, namun dianggap penting untuk diinformasikan pada masyarakat. Pameran Temporer kali ini juga merupakan bagian dari pengelolaan museum tahun 2024, dimana pemerintah juga mengajak kerjasama semua pihak, guna perkembangan museum di Kota Tarakan.
Tampak hadir mendampingi peresmian kali ini, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata-Agustina, SE, serta para undangan lain, diantaranya Dinas Pendidikan Kota Tarakan, DKSIP Kota Tarakan, Bapedda, LPP RRI, Pertamina EP Tarakan, dan para undangan lain, serta berbagai komunitas diantaranya, Komunitas Tarakan Tempo Doloe, Yayasan Budaya, Yayasan Satu Bendera, Komunitas Budaya, Komunitas Liteasi, serta masyarakat umum lainnya.










