EQUATOR-TV, TARAKAN – DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Kota Tarakan, menggelar kegiatan Pelatihan Keterampilan Klinik Laparoskopi Oklusi Tuba, pada Kamis pagi (10/10/2024), bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Rabu pagi hingga Kamis ini, bertujuan agar tenaga medis/perawat yang ada di rumah sakit, dapat mengoperasikan peralatan tersebut dengan baik dan benar, pasca pengadaan Laparoskopi di RSUKota Tarakan ini.
Tindak lanjut pengadaan peralatan ini, diwujudkan dalam bentuk pelatihan dan uji fungsi, pemanfaatkan alat Laparoskopi, yang sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu oleh tenaga medis, maupun tenaga perawat Ruang OK, dengan didampingi oleh tenaga dokter dari Persatuan Kontrasepsi Mantap Indonesia-Dr.Rian, serta 1 orang Tenaga Teknisi-Ir.Muammar. Dengan adanya peralatan Laparoskopi Oklusi Tuba ini, diharapkan nantinya dapat meminimalisir resiko tindakan operasi pada wanita, mengurangi pendarahan, serta mencegah resiko lainnya.
Pelatihan kali ini, diikuti oleh sejumlah dokter kandungan, diantaranya Dokter Spesialis Onkologi dan Ginekologi RSU Kota Tarakan, RS Pertamina, perawat pelaksana serta Dokter Spesialis Anasthesi.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para Dokter Obstetri dan Ginekologi dapat memberikan skill-nya kepada para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ada, sehingga penggunaan alat ini dapat lebih maksimal.
Dalam wawancaranya dengan Tim Liputan Equator TV, Ns.Hj.Hadriana P.Nyompa, S.ST dari DP3AP2KB Kota Tarakan mengatakan bahwa, “Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memaksimalkan kinerja alat dari Laparoskopi yang telah disediakan DP3AP2KB , termasuk alat medis pendukung lainnya, guna menunjang kinerja dan berjalannya tindakan operasi tersebut”, ujar Hadriana.
“Dengan adanya kerjasama antara rumah sakit, tenaga medis serta DP3AP2KB Tarakan, diharapkan layanan medis kita dapat lebih cepat dan tanggap dalam melakukan sebuah tindakan yang berhubungan dengan instalasi bedah dan tindakan operasi lainnya”, imbuhnya.
Dalam pelatihan ini, dilakukan demonstrasi pada tiga akseptor (calon klien) dari DP3AP2KB , yang diikuti oleh para peserta pelatihan, yang berasal dari Dokter Spesialis Obgin, Dokter Spesialis Anasthesi, dan dua orang Perawat OK. Tiap peserta dibimbing pada saat melakukan praktek secara mandiri, dengan dibantu pengawasan dari dokter dan perawat.
Acara ditutup dengan kegiatan diskusi bersama beberapa dokter, perawat serta klien dari DP3AP2KB , yang telah mengikuti pelatihan alat Laparoskopi tersebut.(IK)










