EQUATOR TV, TARAKAN – Pernyataan Ketua Umum Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT) Tarakan-Muhammad Rusli Jabba, pasca debat kandidat ketiga Calon Gubernur / Wakil Gubernur Kaltara (07/11/2024) yang mengapresiasi soal Program Dana RT, menuai pro dan kontra di internal komunitas ini.
Supardi selaku Koordinator FKKRT Lingkas Ujung atasnama beberapa pengurus dan anggota FKKRT Tarakan lainnya, menyikapi pernyatan dari Ketua Umum FKKRT Kota Tarakan ini, dengan melakukan klarifikasi didepan awak media pada Sabtu siang (09/11/2024) .
“Saya menunggu 1×24 jam, ternyata tidak ada pernyataan klarifikasi dari Ketua Harian maupun Sekjen, sehingga saya harus mengeluarkan statement itu di group FKKRT. Bahwasannya, apa yang menjadi pernyataan dari Ketua Umum FKKRT itu, yang beredar di media, saya nyatakan hanya pernyataan atau statement pribadi beliau yang menggunakan atribut FKKRT”, ujarnya.
“Kenapa saya katakan demikian ? Karena tidak pernah ada pembicaraan di dalam internal FKKRT, baik pengurus maupun anggota FKKRT lainnya, dan hal itu sudah saya tunggu 1×24 jam. Alhamdulilah teman-teman dari media hari ini datang, sehingga kami bisa melakukan klarifikasi”, ujar Supardi.
“Jadi, bahwasannya pernyataan beliau kami anggap hanya sebagai pernyataan pribadi, mungkin itu penjelasan dari kami”, imbuhnya. Keributan diinternal FKKRT Tarakan ini muncul pasca beredar video di group, setelah debat kandidat. Saat ditanya awak media, apakah akan ada mosi tidak percaya, para pengurus masih akan membahasnya di internal pengurus, apakah akan dikembangkan menjadi mosi tidak percaya atau masih akan dibahas diinternal pengurus dahulu.
“Jadi sementara ini, kami masih berkoordinasi dahulu dengan para penasehat kami, dan para senior kami, pada umumnya respon mereka baik, karena ini adalah organisasi, makanya kita tidak bisa membuat keputusan yang sifatnya mendadak. Melihat situasi politik saat ini, kami belum ada target, namun kita berharap bisa secepatnya menyelesaikan ini sebelum pemilu. Mudah-mudahan kita bisa selesaikan ini sebelum pemilihan”, tutupnya.
Dari video itu, Supardi juga menegaskan bahwa, “Bukan kita menentang video itu, tapi itu merupakan pernyataan beliau, cuma dalam hal itu dikatakan itu pernyataan FKKRT, kami tidak setuju, jadi kami anggap beliau itu menyatakan statetement itu pernyataan pribadi, dengan menggunakan atribut FKKRT”, tutup Supardi.
Saat dikonfirmasi apakah hal ini sudah pernah dibicarakan atau ditanyakan kepada beliau, pihaknya menyebutkan bahwa sejauh ini belum, karena Debat Kandidat baru usai beberapa waktu yang lalu.










