EQUATOR-TV, TARAKAN – Kegiatan Gelar Adat Budaya Dumud hari ketiga (09/12/2024) di Baloy Adat Telaga Keramat Tarakan, Kaltara berlangsung tak kalah meriah dengan serangkaian acara sebelumnya, yang juga menampilkan kekayaan budaya lokal Tidung, lewat gerak dan tari.
Acara pada malam hari ini, bertepatan dengan hari kasih sayang yang menambahkan makna mendalam pada setiap pertunjukan yang disajikan. Aswan, selaku Wakil Ketua Panitia Gelar Adat Budaya Dumud, menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Kiwon Gengkasi. Dalam wawancaranya, ia menegaskan pentingnya melestarikan budaya di tengah masyarakat. “Kami berharap dan juga yakin bahwa budaya ini harus kita lestarikan, sebagai suatu bukti adanya kita saat ini, yang tentunya berasal dari warisan orang-orang zaman dahulu,” ujarnya.
Pernyataan ini tentunya mencerminkan komitmen panitia untuk mengajak masyarakat lebih mengenal dan menghargai tradisi yang telah ada sejak lama.
Pada malam ini, ditampilkan tarian Bedindang Bedibuai, yang menggambarkan cara menidurkan bayi pada zaman dahulu, yang berhasil menghipnotis penonton. Tarian ini menjadi pembuka bagi rangkaian pertunjukan yang akan terus berlanjut hingga 16 Desember 2024 mendatang.
Aswan juga mengungkapkan bahwa pada malam berikutnya, akan ada penampilan istimewa dari seluruh anak-anak SLB yang ada di kota Tarakan. “Kami akan menunjukkan kepada masyarakat kota Tarakan bahwa tidak ada perbedaan dan kita semua setara. Ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari SLB se-Indonesia,” katanya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga menekankan pada nilai-nilai kesetaraan dan inklusi dalam masyarakat. Melalui pertunjukan yang melibatkan berbagai kelompok, Gelar Adat Budya Dumud menjadi sebuah wadah untuk merayakan keragaman dan persatuan di kota Tarakan.
Dengan semangat nyata dari masyarakat dan panitia, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif, serta memupuk rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.










