EQUATOR TV- TARAKAN – Gelar Budaya Adat Dumud dengan tema “Gesinggau, Pebanta, De Adat Budaya” berakhir sukses dan resmi ditutup pada Senin malam (16/12/24), bertempat di Baloy Adat Telaga Keramat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Kegiatan tahunan yang memasuki tahun kelima ini berlangsung selama sepuluh hari, dimulai sejak pada 7 Desember 2024, hingga malam penutupan pada 16 Desember 2024.
Acara yang ditutup oleh PJ.Wali Kota Tarakan yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olah Raga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan-Agustina, S.E, M.H, yang sekaligus membacakan sambutan PJ.Wali Kota, dan menutup kegiatan tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya suku Tidung, serta mempererat persatuan masyarakat Kaltara melalui nilai-nilai tradisi budaya. “Bahwa, saya sangat bangga dan mengapresiasi seluruh panitia dan jajaran yang telah hadir pada malam hari ini, Forkopimda Kota Tarakan, seluruh perkumpulan sanggar tari dan seni, Pemerintah Provinsi Kaltara, Perwakilan DPRD, Dinas Pariwisata Kaltara, dan sebagainya,” ujarnya.
“Pada rangkaian kegiatan Gelar Adat Budaya Dumud yang berlangsung hingga malam ini, saya berharap kegiatan ini dapat menyadarkan kita semua akan persatuan dan kesatuan seluruh adat budaya tradisional yang ada, salah satunya adat budaya Tidung yang ada di Kota Tarakan, serta memelihara warisan budaya di tengah keberagaman yang ada”, imbuh Agustina.
“Saya berharap, Gelar Adat Budaya Dumud di tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan budaya lokal sehingga nantinya pada event selanjutnya kegiatan Gelar Budaya Adat Dumud dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada masa-masa yang akan mendatang”, tutup Agustina.
Gelar Budaya Adat Dumud kali ini, diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni dan budaya, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan zaman dan modernisasi yang banyak menyasar kaum Gen Z dan Milenial.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerjasama tim yang solid. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah mengerahkan waktu dan usaha untuk menghadirkan pertunjukan terbaiknya.
Penampilan dari para peserta tari dan seni, khususnya yang tergabung dalam Paguyuban Pagun Tenggara Arploration, menjadi sorotan utama selama acara berlangsung.
Pada malam penutupan, sekitar 100 tamu undangan dan masyarakat umum hadir untuk menyaksikan persembahan tari-tari tradisional dan pertunjukan dari Sanggar Seni Budaya Arploration. Antusiasme para penonton dan apresiasi yang tinggi terhadap seni budaya lokal menjadi bukti bahwa acara ini memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, dan dinantikan kehadirannya setiap tahun.
Gelar Budaya Adat Dumud 2024, tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk terus melestarikan warisan adat dan budaya suku Tidung, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Kalimantan Utara.
Gelar Budaya Adat Dumud di tahun ini, juga memiliki peran penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, beserta Pemerintah Kota Tarakan, para pemuka adat, seluruh peserta tari dan seni, komunitas budaya, pengajar seni dan tari, beserta seluruh panitia yang telah memberikan dukungan penuh, guna menyukseskan kegiatan dari awal hingga akhir.
Malam penutupan kali ini, menjadi persembahan terakhir yang memukau dalam rangkaian kegiatan Budaya Adat Dumud tahun 2024 (IK).








